Cerita MBG di SD Karawang: Dibawa Pulang, Bangkitkan Semangat Belajar Siswa

Cerita MBG di SD Karawang: Dibawa Pulang, Bangkitkan Semangat Belajar Siswa

Antusiasme Siswa SDN Cibalongsari III Menyambut MBG

Selasa (9/12/2025) pagi, suasana di SD Negeri Cibalongsari III, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang terasa begitu hening. Dari balik jendela tampak para siswa fokus mengerjakan asesmen sumatif, ujian akhir semester yang tengah berlangsung. Namun beberapa jam kemudian, ketenangan itu berubah riuh ketika suara pintu gerbang terbuka dan sebuah mobil boks pengantar program makan bergizi gratis atau MBG masuk ke halaman sekolah.

Sejumlah siswa langsung berseru kecil, menyambut kedatangan makanan yang mereka tunggu sejak pagi. Beberapa di antaranya terdengar berkata, "MBG datang, MBG datang." Guru di ruang kelas menenangkan mereka sambil mengingatkan agar menyelesaikan soal lebih dulu.

"Hayu kerjain dulu soalnya sampai selesai, jangan buru-buru, yang teliti ya," ucap salah satu guru. Beberapa siswa yang sudah selesai ujian mengintip dari balik jendela, menunggu aba-aba untuk mengambil ompreng MBG yang satu per satu diturunkan petugas SPPG.

Tak lama kemudian, perwakilan siswa keluar kelas membawa tumpukan ompreng yang diikat rapi. Kotak-kotak itu lalu dibagikan ke teman-teman mereka di kelas. Ruang kelas mendadak penuh semangat. Siswa duduk rapi, membaca doa, lalu menyantap MBG bersama-sama.

Makan Bersama dan Semangat Belajar

Dafa, siswa kelas 5, mengaku sangat senang setiap kali MBG tiba. "Senang bangat ada MBG," kata Dafa, sambil menyebut menu yang ia dapat hari itu. Isinya telur, tahu, mi goreng, sayur sawi, dan buah melon. Dafa bahkan mengaku jadi lebih semangat belajar. Baginya, MBG menjadi penyemangat sekaligus momen makan bersama teman-teman.

"Sukses habis, ya jadi semangat belajar," imbuhnya. Ada yang membawa pulang MBG untuk keluarga. Siti Nurohmah, siswi kelas 4, terlihat duduk diam sambil menatap kotak makanannya. Perlahan, ia memindahkan paket MBG ke plastik bening, memasukkannya ke tas hitam yang dibawanya. Tanpa banyak bicara, Siti bergegas pulang. Tasnya tampak berat, tapi langkah kakinya kecil dan cepat menembus teriknya matahari.

"Iya buat ibu sama adik di rumah," singkatnya. Siti adalah anak seorang pemulung. Ia kerap membawa pulang MBG untuk keluarganya. Nurasih, orangtua siswa, mengatakan anaknya menjadi lebih bersemangat sekolah sejak ada MBG.

"Antusias bangat anak saya, suka nanya mah menunya apa MBG hari ini. Anak aku makan di sini dan alhamdulillah selalu habis," ucapnya. Menurutnya, MBG sangat dirasakan manfaatnya, terutama untuk siswa yang kurang mampu. Ia yang juga anggota komite sekolah mengatakan MBG membantu siswa mendapatkan makanan enak dan bergizi yang mungkin tidak selalu mereka dapatkan di rumah.

"Seperti Siti anak kelas 4 itu, dia suka bawa pulang buat ibunya. Mohon maaf ya, dia dari orang engga mampu, orangtuanya pemulung," tambahnya.

Antusiasme Tinggi dan Perubahan Positif

Rima Melati, Wali Kelas 5D SDN Cibalongsari III, menyebut sejak MBG hadir pada 27 Oktober 2025, antusiasme siswa meningkat. "Anak-anak antusias adanya MBG, dari awalnya bertanya kapan bu MBG di sekolah kita. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan 1,5 bulan," ujarnya. Menurut Rima, MBG membuat siswa lebih cepat menyelesaikan tugas.

"(Perubahan) ada, biasa kalau saya kasih tugas ayo yang tugasnya cepat selesai dapat MBG duluan. Anak-anak semangat dan lebih aktif dan ingin cepat-cepat menyelesaikan tugasnya agar dapat MBG," jelasnya. Kepala SDN Cibalongsari III, Lela Nurlaela, menjelaskan sekolahnya menerima total 941 paket MBG setiap hari. Pembagiannya dibuat tiga sesi, yakni pukul 07.30 WIB, 10.00 WIB, dan 13.00 WIB.

"Siswa kami banyak ya. Karena ada sekolah, sesi pengirimannya dibagi," kata Lela. MBG mulai diterima sekolah sejak 27 Oktober 2025. Walau baru sebulan berjalan, Lela mengakui manfaatnya terasa besar bagi siswa.

"Kalau anak-anak sih tentu antusias ya. Kami pun sering request ke SPPG soal menunya. Misal minggu ini telur terus, bosen, minta diganti yang lain. Alhamdulillah bisa dirasakan manfaatnya oleh anak-anak," tutupnya.

Manfaat MBG untuk Siswa dan Keluarga

MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat belajar bagi siswa. Banyak siswa seperti Dafa dan Siti yang merasa lebih termotivasi karena MBG. Bahkan, mereka tidak hanya menikmati makanan tersebut di sekolah, tetapi juga membawanya pulang untuk keluarga.

Bagi siswa dari keluarga kurang mampu, MBG menjadi harapan dan solusi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Orang tua seperti Nurasih merasa lega karena anak-anak mereka bisa makan dengan baik dan lebih bersemangat dalam belajar. Ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya secara individu, tetapi juga sosial.

Program ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan layanan pendidikan yang lengkap dan mendukung kesejahteraan siswa. Dengan adanya MBG, siswa tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga dukungan fisik dan mental yang penting dalam proses belajar mereka.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan