Cerita pilu warga Ciluluk Lebak: Dua hari rumah terendam banjir, bantuan tak ada, perut kosong

Cerita pilu warga Ciluluk Lebak: Dua hari rumah terendam banjir, bantuan tak ada, perut kosong

Laporan Wartawan nurulamin.pro, Misbahudin

nurulamin.pro, LEBAK – Puluhan rumah warga di Kampung Ciluluk, Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.

Banjir terjadi sejak Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB dan hingga Sabtu sore (3/1/2026) dilaporkan belum surut.

Puluhan warga terdampak terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir.

Bahkan, akses jalan umum yang biasa dilalui warga lumpuh total, sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Banjir di wilayah tersebut diduga terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan luapan air sungai.

Selain faktor hujan, sungai di kawasan itu diduga mengalami pendangkalan akibat aktivitas pertambangan pasir.

Seorang warga setempat, Rosita (26), mengatakan air mulai naik ke permukiman warga sejak Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB dan terus meningkat hingga sore hari.

“Banjirnya dari hari Jumat pagi, sampai sekarang belum surut,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (3/1/2026).

Rosita mengungkapkan, banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya.

“Dulu sungainya dalam, tapi sekarang sudah datar dan melebar. Sepertinya ada longsoran juga di bagian atas, makanya airnya susah surut,” katanya.

Ia menduga aktivitas tambang pasir di sekitar sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya pendangkalan.

“Kalau tambang pasir masih ada ke arah Keusik, masih beroperasi terus,” ujarnya.

Rosita menambahkan, dampak banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menyebabkan kesulitan pangan.

Pasalnya, warga telah terdampak banjir selama dua hari, namun hingga kini belum menerima bantuan logistik maupun kunjungan dari pihak pemerintah.

“Kami kelaparan. Mau beli makanan tidak ada pedagang, mau ke pasar juga susah. Belum ada bantuan, belum ada yang menjenguk juga. Pak Lurah juga belum datang ke sini, padahal banjir sudah hampir dua hari,” tuturnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan, baik untuk penanganan darurat maupun solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

“Harapannya ada bantuan makanan dan sungainya diperbaiki. Sungai itu harus diperdalam lagi, jangan setengah-setengah. Kalau dibiarkan seperti ini, banjir pasti terulang,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan