Kembali ke Layar Kaca, Cheng Yi Tampil dalam Drama Spektakuler
Cheng Yi kembali menghadirkan penampilan yang menarik dalam serial drama terbaru berjudul The Vendetta of An. Drama ini menjadi comeback spektakuler bagi aktor ternama tersebut, yang kali ini tampil dalam peran penuh intensitas dan emosi. Dengan latar belakang sejarah dan intrik politik, serial ini membawa penonton masuk ke dalam dunia yang penuh konspirasi dan pertarungan kekuasaan.
Dalam The Vendetta of An, Cheng Yi memerankan karakter utama bernama Xie Huaian. Seorang pejabat muda yang cerdas dan tenang, Xie menyimpan dendam mendalam terhadap kelompok rahasia yang dikenal sebagai Huben Dark Guards. Kelompok ini pernah mengguncang stabilitas Changan, ibu kota kekaisaran pada masa Dinasti Wude. Dengan latar megah dan alur yang penuh teka-teki, drama ini mengungkap bagaimana konflik politik, strategi, dan rahasia masa lalu saling bertabrakan.
Ketegangan meningkat ketika Xie Huaian ditugaskan untuk memburu pemimpin Huben yang diyakini bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Dalam misi ini, ia terlibat dalam jaringan aliansi, pengkhianatan, serta pertarungan bayangan yang bisa menentukan nasib kerajaan. Perjalanan ini bukan hanya tentang tugas negara, tetapi juga kesempatan untuk membalas dendam setelah lebih dari satu dekade persiapan.
Pemain Berkualitas dan Alur yang Menguras Emosi
Drama ini didukung oleh jajaran aktor berkualitas seperti Liu Yi Jun, Xu Lu, Tong Meng Shi, Wang Jin Song, dan lainnya. Kombinasi antara drama karakter yang kuat, tensi politik yang tajam, dan visual yang sinematik menjadikan The Vendetta of An sebagai salah satu tayangan paling dinantikan di akhir tahun 2025.
Serial ini memiliki total sekitar 2830 episode dan akan tayang mulai 12 Desember 2025 di platform streaming seperti Youku. Penonton akan dibawa ke dunia yang penuh dengan intrik, strategi, dan balas dendam yang rumit.
Sinopsis Lengkap

Berlatar pada masa pemerintahan Dinasti Wude, ketika pasukan rahasia penuh kekuasaan yang dikenal sebagai Huben Dark Guards pernah menguasai ibu kota Changan. Setelah penguasa feodal Xiao Wuyang berhasil merebut kekuasaan dan menjatuhkan kaisar lama, Huben lenyap bersama kaisar yang digulingkan.
Xie Huaian, seorang pejabat cerdas asal Huainan, ditugaskan oleh Xiao Wuyang untuk memburu dan menghancurkan sisa-sisa Huben, yang kini menjadi ancaman besar bagi kekaisaran. Misi ini bagi Xie bukan sekadar tugas negara, tetapi juga kesempatan untuk membalas dendam: pemimpin Huben, Yan Feng Shan, diyakini telah membunuh ayahnya, dan Xie telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk bersiap menghadapi musuh ini.
Dalam perjalanannya, Xie membentuk aliansi dengan beberapa tokoh kuat termasuk jenderal, pendekar, dan ahli strategi untuk melancarkan perang bayangan yang penuh dengan intrik politik, strategi perang, dan pertempuran batin. Konflik yang mereka hadapi tidak hanya menentukan nasib kekaisaran, tetapi juga menguji tekad, loyalitas, serta konsekuensi dari ambisi dan balas dendam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar