China kecam serangan militer AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro

PIKIRAN RAKYAT - Ketegangan geopolitik global mencapai titik didih setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer mendadak ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Dalam serangan tersebut, pasukan AS berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dan menerbangkan mereka keluar dari wilayah kedaulatan Venezuela.

Langkah ekstrem Washington ini memicu reaksi keras dari komunitas internasional, terutama China, yang menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Detik-Detik Serangan di Caracas

Saksi mata di ibu kota Venezuela, Caracas, melaporkan setidaknya terjadi tujuh ledakan besar disertai suara jet tempur yang terbang rendah saat operasi berlangsung. Listrik di sebagian besar kawasan Caracas padam total, termasuk wilayah selatan yang merupakan titik strategis pangkalan militer utama.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, dalam pesan video emosionalnya menyatakan penolakan mutlak atas kehadiran pasukan asing. "Venezuela yang merdeka dan berdaulat menolak kehadiran pasukan ini yang hanya membawa kematian dan kehancuran," tegasnya seraya meminta organisasi multilateral untuk mengutuk tindakan AS.

Reaksi Keras Beijing: "Pelanggaran Piagam PBB"

Pemerintah China menyatakan keterkejutan yang mendalam atas penggunaan kekuatan militer secara terang-terangan terhadap negara berdaulat. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, China mendesak AS untuk segera menghentikan tindakan yang mengancam perdamaian di kawasan Amerika Latin.

"Tindakan semacam ini secara serius melanggar hukum internasional dan prinsip Piagam PBB. Kami mendesak AS menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain," bunyi pernyataan resmi Kemenlu China yang diakses dari Beijing, Sabtu (4/1).

Dakwaan Terorisme Narkoba dan Senjata Mesin

Di Washington, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengungkapkan alasan di balik operasi penangkapan tersebut. Melalui platform X, Bondi menyatakan bahwa Nicolas Maduro dan Cilia Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan berat, di antaranya:

  • Narco-terrorism: Terorisme berbasis narkoba.
  • Konspirasi Impor Kokain: Penyelundupan narkotika skala besar ke AS.
  • Kepemilikan Senjata Berat: Penggunaan senapan mesin dan perangkat penghancur ilegal.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan memberikan rincian tambahan terkait operasi penangkapan ini dalam konferensi pers di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat.

Dampak Geopolitik di Amerika Latin

Operasi ini diprediksi akan mengubah peta politik di kawasan Karibia dan Amerika Latin secara radikal. Sementara AS berdalih melakukan penegakan hukum internasional melawan kartel narkoba, para kritikus dan sekutu Venezuela memandang ini sebagai tindakan invasi dan upaya penggulingan kekuasaan secara paksa (regime change).

Saat ini, fokus dunia tertuju pada bagaimana suksesi pemerintahan di Venezuela akan berjalan dan bagaimana pengadilan AS akan memproses hukum seorang kepala negara yang ditangkap melalui operasi militer.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan