
Prestasi Ciamis dalam Survei Penilaian Integritas 2025
Kabupaten Ciamis mencatatkan prestasi yang membanggakan dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Hasil survei ini dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta. Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan hasil dari kerja sama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
"Ini bukan hanya tentang angka, tetapi pengakuan atas komitmen nyata dalam membangun pemerintahan yang bersih. Predikat 'Terjaga' merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral bagi seluruh jajaran Pemkab Ciamis," ujarnya kepada wartawan.
Tiga Komponen Utama Penguat Integritas
Dengan skor 78,3, Ciamis menjadi yang terbaik di Jawa Barat dan satu-satunya yang berstatus "Terjaga" (hijau). Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Herdiat menjelaskan bahwa ada tiga komponen utama yang menjadi fondasi penguatan integritas di tubuh Pemerintah Kabupaten Ciamis.
-
Komponen pertama adalah kepemimpinan yang menempatkan integritas sebagai dasar dari setiap kebijakan.
Herdiat menekankan bahwa risiko korupsi kini menjadi aspek utama dalam evaluasi keputusan strategis di tingkat daerah. Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh kebijakan disusun dengan memperhitungkan potensi penyimpangan sejak awal. -
Faktor kedua adalah penguatan pengawasan internal yang dijalankan Inspektorat Kabupaten Ciamis.
Penguatan dilakukan tidak hanya melalui peningkatan sumber daya manusia, tetapi juga melalui optimalisasi struktur agar mampu berfungsi sebagai early warning system bagi seluruh perangkat daerah.
Ia menilai peran Inspektorat sangat strategis dalam menjaga integritas jalannya pemerintahan. -
Komponen ketiga yang menjadi pendorong naiknya nilai SPI Ciamis adalah percepatan digitalisasi.
Dengan memaksimalkan berbagai platform digital seperti e-Planning, e-Budgeting, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), hingga sistem layanan publik berbasis elektronik yang meminimalisir interaksi langsung dan peluang gratifikasi.
Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga efisiensi dan kepastian layanan bagi masyarakat.
Integritas ASN Menjadi Motor Penggerak
Selain tiga komponen utama tersebut, Herdiat juga menegaskan bahwa integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah kekuatan besar di balik capaian Ciamis.
Kepatuhan ASN dalam pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) serta penerapan budaya anti-gratifikasi menunjukkan bahwa integritas telah melembaga.
"Kami menerapkan sistem reward dan punishment yang adil. Integritas harus dihargai, dan pelanggaran harus ditindak tegas," ungkapnya.
Sistem pelaporan seperti Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) Lapor dengan fitur anonim, penguatan Unit Pengendalian Gratifikasi, serta layanan jempu bola seperti program "Pepatah Manis", juga menjadi penopang nilai SPI.
Tantangan dan Langkah Masa Depan
Meski berhasil meraih predikat tertinggi, Herdiat mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menjaga konsistensi integritas di tengah dinamika birokrasi.
"Mempertahankan status 'Terjaga' membutuhkan budaya integritas yang kuat," paparnya.
Herdiat menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus berbenah. Pemkab Ciamis pun telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, seperti peningkatan Indeks Integritas ASN melalui pelatihan etika, audit mandiri dan reviu proaktif oleh Inspektorat, serta penutupan berbagai celah risiko terutama pada indikator persepsi publik dan area pencegahan korupsi.
Selain itu, dua inovasi juga tengah dikembangkan, yakni optimalisasi survei kepuasan masyarakat berbasis AI (kecerdasan buatan) untuk memantau risiko secara real-time, serta kerja sama dengan Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) guna memperluas pendidikan antikorupsi ke sekolah dan perguruan tinggi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar