Blok M, Jakarta: Antrean Panjang di Restoran Jepang Obihiro Nikudon

Blok M, Jakarta, menjadi salah satu kawasan yang sangat diminati oleh kalangan muda, terutama untuk mencari pengalaman kuliner. Pengaruh media sosial membuat banyak tempat makan di kawasan ini cepat populer, salah satunya adalah restoran Jepang bernama Obihiro Nikudon. Sebelumnya, restoran ini telah membuka cabang pertamanya di Gading Serpong. Pada pertengahan Oktober lalu, mereka juga membuka cabang baru di Blok M. Lokasi barunya ini langsung viral dan disebut memiliki antrean berjam-jam untuk bisa menikmati hidangan di sana.
Karena penasaran, kami pun mencoba ikut antre pada akhir pekan beberapa waktu lalu. Meski datang di Minggu pagi pukul 10.00 WIB, tampak depan restoran ternyata sudah dipadati pembeli. Menurut staf di sana, sudah ada pembeli yang mulai antre sejak pukul 7-8 pagi meskipun restoran baru buka pada pukul 09.00 WIB.
Sistem Antrean yang Praktis
Sistem antrean di sini cukup praktis. Pengunjung hanya perlu memindai QR code yang terpampang di depan restoran. Setelah dipindai, QR akan otomatis mengarahkan ke website untuk mengisi form online. Sebelum mengisi, website akan meminta pengguna mengaktifkan GPS. Artinya, form hanya bisa diakses ketika pengunjung berada dekat dengan restoran. Setelah itu, pengunjung tinggal mengisi nama, nomor HP, dan jumlah orang untuk dine-in. Sistem kemudian akan mengeluarkan QR dan nomor antrean.
Nomor Antrean Bisa Dipantau Lewat HP
Saat datang pukul 10.00 WIB, kami mendapat nomor antrean 86. Meski begitu, kami tidak perlu menunggu di depan restoran terus-menerus. Nomor antrean bisa dipantau secara real time lewat HP sehingga waktu tunggu bisa digunakan untuk berjalan-jalan di area Blok M. Namun, jika nomor antrean sudah mendekati giliran, sebaiknya kembali ke dekat restoran. Soalnya, staf hanya memanggil nama sebanyak tiga kali, dan jika tidak ada respons, maka nomor antrean akan hangus.
Pengambilan nomor antrean juga bisa ditutup sementara. Sekitar pukul 10.40 WIB, staf sudah menutup sementara pengambilan nomor antrean. Alasan yang diberikan adalah karena daftar antrean sudah menembus lebih dari 100. Biasanya, pengambilan nomor antrean akan dibuka kembali jika waiting list sudah berkurang menjadi sekitar 20-an.
Menunggu Sampai 4 Jam
Dengan nomor antrean 86, kami baru bisa masuk ke restoran pada pukul 13.50 WIB, hampir empat jam menunggu. Restoran ini memiliki 22 meja dan menurut staf, dapat menampung hingga sekitar 50 orang. Begitu masuk, suasana restoran terasa kental dengan nuansa ala Jepang. Ada poster, dekorasi kayu, dan elemen visual lain yang menambah pengalaman khas Jepang. Proses pelayanannya juga terbilang cepat, pesanan kami sudah tersaji dalam waktu sekitar 10 menit setelah memesan.
Mencicipi Menu Best Seller
Sesuai namanya, Obihiro Nikudon menyajikan berbagai varian nikudon, yaitu hidangan Jepang berupa semangkuk nasi (donburi) dengan topping daging (niku) di atasnya. Di antara banyak menu, kami memilih dua varian best seller-nya, yakni kabayaki nikudon dan truffle nikudon. Untuk kabayaki nikudon, satu mangkuk berisi nasi, daging sapi Australia, dan telur rebus. Saat dicicip, perpaduan nasi hangat dan daging sapi yang cukup fatty terasa pas dengan telur yang creamy dan lumer di mulut.
Jika ingin rasa yang lebih gurih, maka truffle nikudon bisa jadi pilihan. Tambahan pasta truffle, jamur enoki, dan shimeji membuat aroma dan rasa gurihnya lebih kuat dan nendang.
Varian Nikunagi yang Unik
Selain menu daging sapi, restoran ini juga menawarkan varian nikunagi yang menggunakan ikan sidat. Menurut staf, menu ini hanya tersedia terbatas setiap hari, sekitar 100-150 porsi. Kami pun mencoba kabayaki nikunagi-nya. Saat disantap, bagian kulit ikan yang garing dan sedikit smokey di luar berpadu dengan daging yang lembut dan segar di dalam. Kombinasi teksturnya bikin menu ini terasa nagih.
Dessert Gratis yang Menggugah Selera
Setiap pembelian menu utama juga sudah termasuk dessert gratis. Ada empat pilihan yang bisa dipilih, mulai dari kakigori, caramel milk pudding, buah-buahan, atau popsicle. Dari semua pilihan itu, kami mencoba caramel milk pudding, salah satu yang paling sering dipesan. Pudding ini punya tekstur lembut, dengan saus karamel di bagian bawah yang memberikan rasa manis dan nyaman sebagai penutup setelah menyantap hidangan gurih. Ditambah taburan bubuk kedelai di atasnya, rasanya jadi tidak hanya manis, tetapi juga punya aroma nutty yang bikin rasanya makin nikmat.
Harga yang Kompetitif
Harga menu di sini cukup variatif, mulai dari Rp 51 ribu hingga Rp 149 ribu. Dengan porsi yang disajikan dan dessert gratis setiap pembelian menu utama, harganya bisa dibilang sepadan. Bagaimana, tertarik untuk mencicipinya juga?
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar