
Atlet dan Pelatih Kaltim Berjuang di SEA Games 2025 Thailand
Sebanyak 24 atlet dari Kalimantan Timur (Kaltim) akan berlaga memperkuat Indonesia dalam ajang SEA Games 2025 Thailand. Mereka berasal dari 10 cabang olahraga (cabor) yang berbeda. Selain atlet, Kaltim juga mengirim delapan pelatih dan satu official teknis untuk mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Cabor hoki menyumbang paling banyak dengan tujuh atlet, diikuti oleh gulat (lima atlet), muaythai (dua atlet), judo (dua atlet), pencak silat (dua atlet), woodball (dua atlet), kriket (satu atlet), karate (satu atlet), layar (satu atlet), dan squash (satu atlet). Keberadaan mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Merah Putih dalam ajang multi event antar negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa lima cabor bela diri seperti gulat, judo, muaythai, karate, dan pencak silat menjadi tumpuan utama dalam meraih medali. Ia menjelaskan bahwa sekitar 65 persen dari total medali yang diraih Kaltim pada PON 2024 lalu berasal dari cabor-cabor ini.
Indonesia Mengirim 996 Atlet ke SEA Games 2025
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirimkan 996 atlet untuk mengikuti SEA Games ke-33 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Thailand. Ajang ini menjadi tolak ukur kesiapan atlet nasional bersaing di tingkat dunia, serta menjadi dasar evaluasi roadmap menuju Olimpiade 2028 di Amerika Serikat.
“Keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2025 Thailand ini akan menjadi dasar kami di Kemenpora sebagai bahan evaluasi. Kita akan mendorong roadmap menuju Olimpiade 2028,” ujar Menpora Erick.
Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan, Indonesia akan mengikuti 48 cabor. Kemenpora bersama KONI, NOC, dan CdM menargetkan posisi tiga besar klasemen akhir dengan menetapkan target 80 medali emas. Dengan jumlah atlet sebanyak 996, Indonesia menjadi negara dengan kontingen terbesar keempat setelah tuan rumah Thailand (1.800an atlet), Filipina (1.200an atlet), dan Malaysia (1.100an atlet).
Anggaran yang Ditingkatkan untuk Persiapan Kontingen
Menpora Erick menyampaikan bahwa anggaran pendanaan untuk persiapan SEA Games 2025 telah meningkat signifikan. Awalnya hanya Rp 10 miliar, namun kini mencapai Rp 66 miliar. “Saya sangat serius mendukung. Kami sisir anggaran yang awalnya pendanaan Rp 10 miliar, alhamdulillah hari ini kita bisa lebih percaya diri naik dari 10-50-60 miliar,” ujarnya.
Setiap cabor diwajibkan memberikan kontribusi medali di SEA Games Thailand. Jika tidak sesuai target, maka sistem promosi degradasi akan diberlakukan. “Jika cabor tidak sesuai target ya nanti silakan masuk ke mandiri. Ini sejalan dengan fokus 17 cabor strategis yang diarahkan Bapak Presiden,” pesan Menpora Erick.
Komitmen Pemerintah dalam Pembinaan Prestasi
Pemerintah, melalui Kemenpora, terus memperkuat tata kelola dan sistem pembinaan atlet usia dini hingga elite. Fasilitasi pemusatan latihan, pengiriman try out/try in, serta dukungan logistik dan kebutuhan teknis lainnya terus dilakukan untuk memastikan kesiapan kontingen.
“Semua atlet yang dikirim adalah bukan atlet coba-coba dan saya tidak memandang bulu umur. Banyak atlet muda juga berprestasi ketimbang seniornya, yang seniornya harus tetap ngotot yang muda membalap. Tidak ada atlet dan pelatih titipan, kita target oriented dengan pendanaan seefisien mungkin,” pungkas Menpora Erick.
SEA Games Thailand 2025 yang diselenggarakan pada 9-20 Desember menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembinaan prestasi menuju puncak pretasi menuju Olimpiade 2028.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar