Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2026

Daftar Orang Terkaya di Indonesia pada Awal Tahun 2026

Prajogo Pangestu kembali mempertahankan posisi sebagai orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan bersih sebesar US$38,5 miliar hingga akhir bulan Januari 2026. Meskipun angka tersebut sedikit menurun sebesar US$0,554 miliar dibandingkan dengan hari sebelumnya, ia tetap menjadi salah satu tokoh konglomerat yang paling berpengaruh di Tanah Air.

Prajogo Pangestu dikenal memiliki bisnis yang sangat luas, mulai dari sektor petrokimia hingga energi baru terbarukan (EBT). Kekayaannya berasal dari berbagai perusahaan yang dikelola oleh grupnya, termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), BRPT, dan beberapa entitas lainnya. Dalam laporan kinerja keuangan kuartal III/2025, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan.

Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu, menjelaskan bahwa kinerja positif ini tidak lepas dari dampak akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) pada awal tahun. Akuisisi tersebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan bisnis petrokimia. Selain itu, TPIA juga sedang membangun Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, yang telah mencapai 33% penyelesaian. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan secara signifikan.

Selain itu, TPIA juga melakukan akuisisi jaringan ritel stasiun pengisian bahan bakar Esso milik ExxonMobil di Singapura. Hal ini menunjukkan strategi ekspansi yang dilakukan oleh grup tersebut untuk memperkuat pangsa pasar di sektor energi.

Di sisi infrastruktur dan logistik, BRPT memperkuat portofolio melalui ekspansi PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) atau CDI Group. CDIA baru-baru ini menambahkan dua aset kapal untuk mendukung operasional logistik mereka.

Sementara itu, di sektor energi baru terbarukan (EBT), entitas BRPT yakni PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terus menjaga kestabilan produksi panas bumi serta meningkatkan ekspansi listrik tenaga angin. Pada September 2025, kapasitas terpasang BREN mencapai 989 MW. BREN akan fokus pada proyek Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang direncanakan beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Ekspansi ini bertujuan untuk mencapai kapasitas terpasang energi terbarukan sebesar 2,3 GW pada 2032.

Agus Pangestu menyampaikan bahwa strategi ekspansi, disiplin pengelolaan modal, serta daur ulang modal akan menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Perubahan di Posisi Kedua dan Seterusnya

Di posisi kedua, Low Tuck Kwong masih menjadi raja batu bara yang kaya raya dengan nilai kekayaan bersih sebesar US$23,1 miliar hingga akhir Januari 2026. Ia mengalami kenaikan sebesar US$0,81 miliar pada awal tahun ini, yang menunjukkan pertumbuhan positif dari bisnisnya.

Di posisi ketiga dan keempat, keluarga Grup Djarum, yaitu R. Budi Hartono dan Michael Hartono, sama-sama mengalami perubahan dalam total net worth. Budi Hartono naik sebesar US$0,13 miliar menjadi US$21,5 miliar, sedangkan Michael Hartono mengalami penurunan sebesar US$0,12 miliar menjadi US$20,6 miliar.

Posisi kelima ditempati oleh Tahir dan Keluarga dengan nilai kekayaan bersih sebesar US$10,8 miliar. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan tiga orang terkaya sebelumnya, Tahir tetap menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia bisnis Indonesia.

Kesimpulan

Daftar orang terkaya di Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan dinamika yang terjadi di kalangan konglomerat. Berbagai perusahaan yang dikelola oleh tokoh-tokoh ini terus berkembang dan memperluas cakupan bisnisnya, baik di sektor tradisional maupun di bidang energi terbarukan. Strategi ekspansi, inovasi, dan pengelolaan modal yang baik menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan dan kekayaan mereka.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan