
JAKARTA, nurulamin.proLanskap ritel dan properti di Sumatera Utara baru saja diguncang oleh keputusan strategis raksasa properti nasional, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).
Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), APLN secara resmi menuntaskan divestasi aset ikoniknya, Deli Park Mall, kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) pada 8 Januari 2026.
Langkah korporasi ini bukan sekadar perpindahan tangan kepemilikan, melainkan sebuah rekayasa finansial untuk melakukan deleveraging atau pelunasan utang guna menyehatkan rasio kecukupan modal perseroan.
Namun, di luar angka-angka akuntansi tersebut, daya tarik utama yang menjadikan Deli Park Mall sebagai aset bernilai tinggi adalah kurasi tenant internasionalnya yang tak tertandingi di Medan.
Filosofi One-Stop Living
Deli Park Mall berdiri sebagai permata dalam mahkota superblok Podomoro City Deli Medan (PCDM).
Menempati lahan seluas 5,2 hektar di Jalan Putri Hijau, mal ini dirancang oleh firma arsitek internasional yang membidani mahakarya global seperti The Dubai Mall dan Marina Bay Sands Singapore.
Dengan Net Leasable Area (NLA) mencapai 78.287 meter persegi atau 7,8 hektar, Deli Park Mall bukan sekadar ruang belanja, melainkan representasi gaya hidup urban modern.
Karakteristik visual paling mencolok adalah layar Panoramic LED setinggi 25 meter yang menyambut pengunjung, menciptakan atmosfer futuristik yang segera memosisikannya sebagai titik referensi tren di Medan sejak diresmikan pada November 2019.
Magnet Gaya Hidup dan Mode Internasional
Sebagai pusat perbelanjaan paling "hits" di Medan, Deli Park Mall berhasil mengumpulkan jajaran merek prestisius yang seringkali menjadi "debut pertama" mereka di Pulau Sumatera.
Strategi kurasi tenant ini dibagi ke dalam beberapa pilar utama yang menyasar segmen menengah hingga menengah-atas:
1. Fashion & Beauty High-End
Kehadiran tenant seperti Pull & Bear, Mango, dan Marks & Spencer menegaskan posisi mal ini sebagai kiblat mode.
Di sektor kecantikan, raksasa global Sephora berdiri berdampingan dengan merek kosmetik Korea Selatan seperti Innisfree dan Nature Republic, menjangkau spektrum konsumen yang luas, mulai dari pecinta kemewahan klasik hingga beauty enthusiast muda.
2. Luxury Accessories & Entertainment
Kemewahan kian terasa dengan adanya gerai Swarovski. Sementara itu, dari sisi hiburan, Deli Park Mall menghadirkan bioskop IMAX, sebuah fasilitas sinematik kelas dunia yang masih jarang ditemukan di luar Jakarta, yang menjadi magnet kuat bagi penikmat film di Sumatera Utara.
3. Anchor Tenant yang Solid
Stabilitas arus pengunjung mal ini dijamin oleh jajaran anchor tenant berskala masif, di antaranya, SOGO Department Store (Ritel Mode & Gaya Hidup), Azko, Informa (Perlengkapan Rumah Tangga), dan Informa Electronics.
Transformasi Kuliner dan Konsep Outdoor Lifestyle
Mengadaptasi kesuksesan konsep di Orchard Park Batam, Deli Park Mall juga menjelma menjadi destinasi kuliner terpadu.
Dari sajian autentik lokal seperti Nelayan hingga waralaba global seperti Marugame Udon, Pizza Hut, Zenbu, dan Steak 21 Buffet, ekosistem kuliner di sini dirancang untuk memperlama durasi kunjungan konsumen (dwell time).
Tak ketinggalan, budaya kopi dan jajanan modern direpresentasikan melalui Starbucks Reserve, gerai kopi eksklusif dengan pilihan biji kopi langka, serta gerai populer seperti Kok Tong, KOI Thé, Kopi Kenangan, dan Auntie Anne’s.
Keunggulan mal ini semakin lengkap dengan integrasi Rivapark, sebuah area outdoor lifestyle yang diresmikan pada 2020.
Rivapark menawarkan pengalaman bersosialisasi di ruang terbuka hijau, sebuah oase urban yang menggabungkan elemen alam dengan kemewahan ritel.
Dilepas
Pelepasan Deli Park Mall oleh APLN senilai triliunan rupiah ini adalah langkah pragmatis yang cerdas. Dengan melepas aset "matang" yang sudah memiliki tingkat okupansi dan arus kas stabil, APLN mendapatkan likuiditas instan.
Likuiditas ini akan digunakan untuk melunasi utang untuk mengurangi beban bunga (interest coverage ratio), sebagian dana dialirkan kembali dalam bentuk dividen, dan memberikan ruang bagi APLN untuk mengeksplorasi proyek-proyek baru yang lebih prospektif di masa depan.
"Sebagian besar dana yang diperoleh oleh SMD dalam transaksi penjualan mall ini akan dibagikan oleh SMD kepada perseroan sebagai dividen, untuk kemudian digunakan oleh perseroan untuk melakukan pembayaran kembali atas sebagian utang perseroan kepada pemberi pinjaman berdasarkan perjanjian kredit," tulis manajemen.
Bagi PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) sebagai pembeli, akuisisi ini merupakan investasi emas. Mereka mendapatkan mal dengan ekosistem tenant yang sudah mapan, lokasi di jantung bisnis (CBD) Medan, dan basis pelanggan setia yang terus bertumbuh.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar