
Peran TikTok dalam Pengembangan Otak dan Perilaku Remaja
Di era digital saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa remaja sering menghabiskan waktu mereka di berbagai platform digital seperti Twitter, Instagram, dan yang paling populer yaitu TikTok. Konten yang tersedia di platform ini sangat menarik bagi remaja dan mampu menyesuaikan dengan selera pengguna melalui algoritma yang digunakan. TikTok terdiri dari berbagai jenis konten, tetapi umumnya berupa video pendek atau tren viral yang membuat banyak remaja tertarik untuk mencoba membuat tren tersebut. Di mata kita, hal ini terlihat sederhana: scroll, ketawa, dan lanjut ke video berikutnya. Namun, di balik semua itu, terdapat beberapa hal yang jarang diketahui, termasuk proses biologis di otak yang kuat dan memengaruhi cara berpikir serta perilaku kita.
Perkembangan Otak pada Remaja
Dari sudut pandang biopsikologis, otak remaja masih dalam proses perkembangan. Bagian otak yang bertanggung jawab atas kontrol diri, pengambilan keputusan, dan penahanan impuls, yaitu prefrontal cortex, belum sepenuhnya matang. Sebaliknya, bagian otak yang terkait dengan emosi dan reward, seperti amygdala dan nucleus accumbens, jauh lebih aktif dibandingkan prefrontal cortex. Kombinasi ini membuat remaja lebih impulsif, mudah penasaran, dan cepat tertarik pada hal-hal yang memberikan sensasi. TikTok, dengan video singkat dan konten yang tak pernah habis, sangat sesuai dengan titik lemah ini.
Dampak Sistem Reward pada Otak
Salah satu pengaruh paling kuat datang dari sistem reward. Setiap kali kita melihat video yang relevan dengan kita atau sedang trend, otak melepaskan dopamine, hormon yang membuat kita merasa senang. TikTok membuat hal ini lebih menarik karena video biasanya berdurasi pendek, sehingga dopamin dilepaskan secara berkala dan sering. Akibatnya, kita sering kehilangan kendali atas waktu yang awalnya hanya ingin dihabiskan lima menit, akhirnya berjam-jam. Ini bukanlah masalah kurang disiplin, tetapi karna cara otak merespons pola reward yang cepat dan berulang.
Pengaruh pada Sistem Perhatian
Selain dopamine, TikTok juga memengaruhi sistem perhatian kita. Video pendek yang kita tonton membuat otak terbiasa dengan stimulasi instan. Jika terlalu sering, otak menjadi sulit bertahan dalam aktivitas yang membutuhkan fokus panjang, seperti belajar. Efek ini mengubah pola perhatian kita, yaitu kita lebih cepat bosan dan kesulitan bertahan dalam hal-hal yang tidak secepat dan seseru TikTok.
Pengaruh pada Perilaku
Dari sudut pandang perilaku, tren di TikTok mudah diikuti karena melibatkan mirror neuron system (bagian otak yang aktif saat kita melihat seseorang melakukan sesuatu atau tren, dan memicu kita untuk menirukan hal tersebut). Inilah sebabnya kita sering melihat gaya berpakaian dan cara berbicara menyebar begitu cepat. Meskipun proses meniru adalah hal wajar dalam pembentukan perilaku dan identitas diri, jika terlalu sering bergantung pada tren, kita bisa kehilangan identitas diri asli.
Sisi Positif TikTok
Meskipun ada dampak negatif, TikTok juga memiliki sisi positif. Banyak remaja menggunakan platform ini untuk meningkatkan kreativitas, belajar keterampilan baru, atau mengeksplorasi diri dalam hal yang positif. TikTok juga bisa menjadi inspirasi dan tempat belajar bagi orang lain.
Kesimpulan
Pada intinya, TikTok memiliki pengaruh besar terhadap otak dan perilaku remaja, baik efek positif maupun negatif. Remaja saat ini hidup di tengah banjir video cepat dan tren viral. Terlihat sepele, tapi di baliknya ada kerja keras otak, mulai dari dopamin hingga impuls yang semakin sulit dikontrol. Tulisan ini membahas bagaimana TikTok "mengatur" cara kita berpikir, fokus, dan berperilaku melalui mekanisme biologis yang jarang kita sadari. Tergantung pada cara pengguna memanfaatkannya dan bagaimana mereka mengelola diri terhadap konten di TikTok.
Itulah mengapa kita perlu memahami TikTok melalui kacamata biopsikologi, karena penting bagi kita sebagai remaja agar tahu penyebab dan dampak terhadap otak kita serta cara kerja otak ketika bermain TikTok. Contohnya, kita perlu tahu kapan otak kita tertarik oleh reward instan melalui video pendek yang ditampilkan TikTok dan kapan kita harus berhenti memainkannya. Pada akhirnya, TikTok hanyalah alat atau aplikasi yang tidak memiliki makna apa pun tanpa penggunanya yang mengendalikannya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar