
Pemkot Surabaya Terus Berinovasi dalam Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah
Pemkot Surabaya terus berinovasi dalam upaya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menghadapi isu pemotongan dana transfer ke daerah. Dalam hal ini, Komisi B DPRD Kota Surabaya mendorong penguatan dan pengelolaan unit BUMD sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Anggota Komisi B, Budi Leksono, menyatakan bahwa meskipun capaian dividen telah meningkat, kinerja BUMD perlu ditingkatkan lebih lanjut. Hal ini terlebih penting di tengah tantangan tahun ini yang melibatkan pemotongan dana TKD, sehingga sektor badan usaha daerah harus mampu menciptakan keuntungan untuk mendukung pembangunan kota.
"Optimalisasi lini bisnis dan pengembangan badan usaha sangat diperlukan agar dapat menciptakan laba yang lebih besar," ujar Budi Leksono. Ia menambahkan bahwa perubahan peraturan saat ini memberikan peluang bagi BUMD untuk lebih mengeksplorasi potensi bisnis, yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan.
Efek dari inovasi tersebut tidak hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga pada perputaran ekonomi daerah serta penyerapan tenaga kerja. "Perubahan peraturan memungkinkan BUMD untuk lebih aktif dalam mencari peluang bisnis baru," jelas Budi Leksono.
Selain itu, BUMD diharapkan terus berinovasi agar memiliki pasar yang mampu menciptakan pemasukan tambahan. "Harus berani inovasi, harapannya itu dapat meningkatkan target pasar yang berdampak ke pendapatan," tambahnya.
Realisasi Dividen Tahun Ini Meningkat
Sebagai bagian dari upaya optimalisasi PAD, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menyampaikan bahwa realisasi dividen hingga awal bulan Desember mencapai Rp 204 miliar. Angka ini meningkat sebesar 4,75 persen dibandingkan realisasi dividen tahun lalu.
"Ya, ada peningkatan dividen tahun ini dibanding tahun lalu. Kami akan mempertahankan tren positif ini," ujar Vykka Anggradevi Kusuma. Ia menjelaskan bahwa proyeksi untuk tahun depan menunjukkan bahwa BUMD akan menyetor dividen yang lebih besar dibanding tahun ini.
Vykka menekankan bahwa secara umum kinerja kontribusi BUMD menunjukkan tren positif. Hal ini didukung oleh perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, serta optimalisasi unit usaha yang telah berjalan.
Pengembangan Bisnis Baru untuk Meningkatkan PAD
Terkait dorongan peningkatan PAD, pihaknya terus mendorong BUMD untuk lebih adaptif dan progresif. Pengembangan dan perluasan lini bisnis harus memperhatikan kajian kelayakan serta sejalan dengan rencana pembangunan pemkot.
"Rencana tahun depan, BUMD akan mengembangkan lini bisnis pengelolaan ducting yang akan bekerja sama dengan swasta dan pengembangan bisnis supply chain bahan pokok pangan," ungkap Vykka Anggradevi Kusuma. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan BUMD mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD kota Surabaya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar