
nurulamin.pro, MARTAPURA - Sejak Pemerintah Kabupaten Banjar menetapkan status tanggap darurat banjir, berbagai upaya penanganan terus digencarkan, salah satunya melalui pendirian sejumlah dapur umum di wilayah terdampak.
Keberadaan dapur-dapur umum ini menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan pangan ribuan warga yang terdampak banjir.
Memasuki hari keenam masa tanggap darurat, dapur umum yang dikelola pemerintah daerah maupun hasil kolaborasi lintas instansi tercatat mampu memproduksi ribuan porsi makanan siap saji setiap harinya.
Bahkan, satu dapur umum dapat menyiapkan hingga 5.000 bungkus nasi untuk dibagikan kepada masyarakat.
Di Posko Dapur Induk Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banjar turut ambil bagian secara bergiliran.
Pada Sabtu (3/1/2026) pagi, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar menurunkan para pegawainya untuk membantu proses pengemasan dan pendistribusian makanan ke warga terdampak banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk.
Kepala DKISP Kabupaten Banjar HM Aidil Basith melalui Koordinator sekaligus Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Ali Akbar, mengatakan keterlibatan DKISP merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam situasi darurat bencana.
“Alhamdulillah, hari ini sekitar 5.000 bungkus nasi disiapkan di dapur induk. Untuk wilayah sekitar eks Kantor Kecamatan Sungai Tabuk, kami ikut membantu proses pembagiannya,” ujar Ali Akbar.
Ali Akbar berujar pendistribusian makanan tersebut dikoordinir oleh rekanan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan didukung sejumlah SKPD Kabupaten Banjar, seperti Bappedalitbang serta DPRKPLH.
Khusus sesi pagi, DKISP membantu pembagian sekitar 300 bungkus nasi kepada warga yang mengungsi di sekitar dapur induk.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga. Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan air segera surut agar aktivitas bisa kembali normal,” tambahnya.
Dapur induk tersebut dijadwalkan kembali beroperasi pada sore hari dengan dukungan SKPD dan Perusahaan Daerah Kabupaten Banjar lainnya, di antaranya PT Pasar Bauntung Batuah, Dinas PUPRP, serta Dinas PMD.
Selain Sungai Tabuk, dapur umum juga beroperasi di Kecamatan Martapura Barat yang turut terdampak banjir.
Pada sesi pagi, operasional dapur umum dibantu oleh Dinas Perhubungan, BPKPAD, serta PTAM Intan Banjar.
Sementara pada sore hari, dukungan dilanjutkan oleh Disbudporapar, DKUMPP, dan BKPSDM.
Sejumlah SKPD dan Perumda lainnya juga dijadwalkan membantu operasional dapur umum di Kecamatan Kertak Hanyar pada Minggu (4/1/2026), sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Banjar dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Adapun Dinsos Banjar pada Jumat (2/1/2026) juga membuka dapur umum hingga Sabtu (3/1/2026).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menjelaskan dapur umum mulai dioperasikan sejak Senin dan melayani ribuan warga terdampak, khususnya di Kecamatan Martapura Timur.
“Untuk Martapura Timur, dapur umum melayani sekitar 6.000 masyarakat terdampak banjir,” ungkap Erny.
Pengelolaan dapur umum dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihak kecamatan, Pramuka, serta Karang Taruna yang terjun langsung dalam penyediaan hingga distribusi makanan.
Saat ini, jelas Erny, terdapat tiga dapur umum yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Banjar.
Selain itu, terdapat dapur umum bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta dapur umum Polda Kalimantan Selatan yang dijalankan oleh Brimob.
“Dapur umum provinsi saat ini berpindah ke Kecamatan Sungai Tabuk, namun tetap kami support logistiknya. Begitu juga dapur umum Brimob, logistiknya kami suplai hingga malam nanti,” jelas Erny.
Untuk wilayah Martapura Barat, dapur umum melayani sekitar 5.000 porsi per hari. Rencananya, dapur umum di Sungai Tabuk juga akan melayani jumlah yang sama.
Sementara di Martapura Kota, dapur umum beroperasi di Desa Pasayangan Barat dan sejumlah titik desa lainnya.
Secara keseluruhan, dapur umum yang logistiknya disuplai Dinas Sosial Kabupaten Banjar berjumlah sekitar enam hingga tujuh titik, sementara dapur umum yang dikelola BPBD bersifat dinamis menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Menu makanan yang disediakan antara lain nasi, mi goreng, telur, sarden, serta nasi goreng.
Pendistribusian dilakukan berdasarkan kebutuhan warga dan permintaan di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD agar penyaluran logistik tidak tumpang tindih. Jika terlihat menumpuk, itu biasanya masih menunggu jadwal distribusi ke lokasi,” urai Erny.(nurulamin.pro/Nurholis Huda)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar