Dari IPM ke Lumbung Pangan, Strategi Besar Papua 2026 Diungkap Gubernur

Capaian Pembangunan Papua Tahun 2025 dan Rencana Kebijakan Tahun 2026

Pada akhir tahun 2025, Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, menyampaikan refleksi mengenai berbagai capaian pembangunan yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi Papua sepanjang tahun tersebut. Selain itu, ia juga menjelaskan arah kebijakan prioritas pembangunan untuk tahun 2026 kepada masyarakat Papua.

Gubernur menekankan bahwa kinerja pembangunan di Papua pada 2025 menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. Hal ini terlihat dari berbagai indikator makro yang mencerminkan kemajuan ekonomi dan sosial. Salah satu indikator utama adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 74,69 poin. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan di Papua tercatat sebesar 19,16 persen, sedangkan tingkat pengangguran berada di angka 6,97 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan III 2025 mencapai 4,21 persen, yang merupakan angka tertinggi di seluruh wilayah Papua. Angka ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah semakin stabil dan berkembang. Selain itu, harapan hidup penduduk Papua meningkat menjadi 70,77 tahun, yang menjadi indikator penting dalam menilai kualitas hidup masyarakat.

Namun, meskipun ada peningkatan, pemerintah masih memperhatikan masalah stunting. Prevalensi stunting di Papua mencapai 28,6 persen, yang menjadi fokus utama dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Atas berbagai capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Papua berhasil meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award Tahun 2025. Penghargaan ini memberikan pengakuan atas keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga meskipun menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional.

Langkah Strategis Pemerintah Provinsi Papua

Dalam refleksi akhir tahun tersebut, Gubernur Fakhiri juga menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah diambil sejak dilantik bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2025. Beberapa kebijakan dan program prioritas telah diterapkan untuk memperkuat fondasi pembangunan di Papua.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain: * Peningkatan kualitas infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil. * Penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai basis perekonomian masyarakat. * Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat. * Pengembangan potensi wisata alam dan budaya Papua.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, pemerintah provinsi berharap dapat menciptakan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat Papua, baik secara ekonomi maupun sosial. Tahun 2026 diharapkan menjadi tahun yang lebih baik dengan berbagai kebijakan yang lebih progresif dan berkelanjutan.

Prioritas Pembangunan Tahun 2026

Tahun 2026 akan menjadi masa yang penting bagi pembangunan Papua. Berdasarkan refleksi akhir tahun 2025, beberapa prioritas pembangunan yang akan dijalankan antara lain: * Meningkatkan kualitas IPM melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan. * Mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. * Mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan pariwisata. * Menjaga stabilitas harga dan inflasi dengan kebijakan yang lebih efektif.

Dengan berbagai rencana dan strategi yang telah disusun, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk terus berinovasi dan berupaya memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di wilayah ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan