Dialog Kebangsaan di Universitas Kristen Maranatha
Auditorium Prof. Dr. P.A. Surjadi, M.A., Universitas Kristen Maranatha, pada Jumat (12/12/2025) menjadi tempat dialog kebangsaan yang hangat dan penuh makna. Kehadiran Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, memberikan kuliah umum kepada sekitar 1.500 mahasiswa dan civitas akademika. Acara ini tidak hanya menjadi momen edukasi, tetapi juga memperkuat semangat untuk menjaga nilai-nilai HAM dalam masyarakat.
Pigai menyampaikan pandangan tegasnya bahwa korupsi merupakan bentuk pelanggaran HAM karena merenggut hak dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menolak budaya korupsi dan menjaga keberagaman. Dalam kesempatan ini, Pigai juga mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang berkomitmen pada nilai-nilai keadilan dan kebenaran.
Berbagai Agenda Penting
Kuliah umum tersebut juga menjadi momentum penting dengan digelarnya beberapa agenda penting, antara lain: * Penandatanganan Implementation Agreement antara Kementerian HAM RI dan FHBD * Peluncuran Buku Perjalanan Komunitas Pelajar Pecinta HAM Jawa Barat * Deklarasi Mojang Jajaka Jabar Toleran
Tiga agenda ini menegaskan komitmen bersama dalam menanamkan nilai HAM secara sistematis di dunia pendidikan. Pigai menyoroti peran strategis mahasiswa generasi digital dalam menebarkan narasi positif dan inklusif. Ia menekankan beberapa poin penting, yaitu:
Pemahaman HAM yang Holistik
Pemahaman HAM tidak hanya terkait pelanggaran masa lalu, tetapi juga mencakup hak atas pendidikan layak, kebebasan mimbar akademik, dan rasa aman. Pigai menekankan bahwa HAM harus dipahami secara menyeluruh agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
SDM Kompetitif di Masa Depan
Kampus perlu menjadi pusat persemaian kecerdasan, keterampilan, dan karakter unggul agar mahasiswa siap menjadi pemimpin dalam 20 tahun mendatang. Pigai menilai bahwa pendidikan harus mampu membentuk individu yang tangguh dan berintegritas.
Kebebasan Akademik yang Bertanggung Jawab
Kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan dengan etika dan martabat. Pigai menekankan pentingnya kebebasan akademik yang tetap menjunjung nilai-nilai etika dan tanggung jawab.
Ajakan Membumingkan HAM
Pigai menyebut perlunya menanamkan energi kasih, toleransi, kepedulian, dan empati sebagai fondasi bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan bangsa harus didasari kesadaran berpikir, bertutur, dan bertindak berdasarkan HAM.
Tiga Langkah Penting
Dalam penjelasannya, Pigai menegaskan tiga langkah penting dalam menegakkan HAM, yaitu: * Membumikan HAM dengan menanamkan nilai kasih, toleransi, dan empati * Membangun regulasi yang kuat, khususnya di sektor pemerintahan dan swasta, agar taat pada prinsip hak asasi manusia * Menanamkan kesadaran demokratis melalui pendidikan dan dialog yang terbuka
Jika kesadaran dibangun dari ruang-ruang pendidikan, maka setiap orang akan menolak menghadirkan ketidakadilan, tegas Pigai.

Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.Apps.Sc., Ph.D., mengungkapkan rasa terhormat atas kunjungan Menteri HAM. Ia menegaskan bahwa Maranatha sejak lama merupakan kampus yang alami dan natural dalam keberagaman, tempat mahasiswa dari berbagai agama, strata sosial, dan latar budaya berkumpul.
Kami berharap kunjungan ini memberi dampak besar, bukan hanya bagi Universitas Maranatha, tetapi juga bagi dunia pendidikan. Penegakan HAM harus dimulai dari lingkungan akademik dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, ujarnya.
Sebelum mengakhiri kuliahnya, Pigai menyampaikan pesan Jadilah sarjana yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga lembut hatinya. Penegakan HAM dimulai dari diri sendiri dari cara kita memanusiakan manusia lain di sekitar kita.
Kehadiran Pigai di Universitas Maranatha menjadi hal yang penting untuk meneguhkan kampus sebagai benteng toleransi, ruang dialog, dan pusat lahirnya generasi Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar