KABAR SLEMAN - Kedatangan debt collector (DC) lapangan ke rumah sering jadi mimpi buruk bagi nasabah pinjaman online (pinjol). Singgih B Maulana, edukator pinjol yang rutin membahas literasi keuangan menegaskan, ketakutan itu sering kali berlebihan. Dalam penjelasan di video YouTube terbarunya, Singgih menyebut DC lapangan memang ada di aplikasi Tunaiku. Namun keberadaan mereka bukan untuk meneror, melainkan menjalankan penagihan sesuai prosedur.
“Tunaiku itu legal, diawasi OJK. Jadi semua ada aturannya,” jelas Singgih.
Sebagai layanan milik PT Bank Amar Indonesia, Tunaiku wajib mengikuti standar penagihan yang beretika. Artinya, DC tidak boleh melakukan kekerasan, ancaman, atau tindakan merendahkan martabat nasabah.
Jika DC datang ke rumah, Singgih menyarankan untuk tetap tenang. Sampaikan kondisi keuangan dengan jujur tanpa emosi. Tidak perlu berdebat atau merasa terintimidasi.
Namun, jika penagihan melewati batas, nasabah memiliki hak penuh untuk melapor. “Kalau ada teror atau kekerasan, langsung lapor polisi,” katanya.
Singgih juga menekankan bahwa risiko utama galbay bukan soal DC, melainkan catatan kredit. Nama nasabah akan masuk SLIK OJK dan skor kredit memburuk. Dampaknya terasa saat ingin mengajukan kredit di masa depan.
Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan hal ini sebagai tekanan mental berlebihan. Catatan kredit bisa diperbaiki seiring waktu ketika kondisi ekonomi membaik.
Lebih jauh, Singgih mengkritik pola pikir yang memaksakan diri membayar hutang saat kondisi belum memungkinkan. Menurutnya, fokus utama seharusnya adalah membangun penghasilan.
“Kalau belum punya uang, jangan paksakan. Fokus bangkit dulu,” ujarnya.
Pesan yang terus diulang Singgih adalah keberanian menghadapi kenyataan. Galbay bukan kebangkrutan hidup, melainkan fase sulit yang bisa dilewati dengan sikap tenang dan strategi yang tepat.
Di tengah maraknya pinjol legal di Indonesia, literasi keuangan seperti ini dinilai penting agar masyarakat tidak lagi hidup dalam ketakutan, tapi mampu mengambil keputusan dengan sadar dan rasional.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar