Debut terhenti, Kadek Dhinda janjikan comeback 2026!

Debut terhenti, Kadek Dhinda janjikan comeback 2026!

Pebulu Tangkis Muda Indonesia Gagal Melangkah Lebih Jauh di SEA Games 2025

Pebulu tangkis muda Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, harus mengakhiri langkah debutnya di SEA Games 2025 lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam pertandingan yang berlangsung di Gymnasium Thammasat University, Pathum Thani, Jumat, Dhinda kalah dari tunggal putri Malaysia, Wong Ling Ching, dengan skor 11-21, 17-21.

Dhinda mengakui bahwa permainan Wong kali ini jauh berbeda dibanding pertemuan mereka tahun lalu, ketika ia masih mampu menang lewat rubber game. Menurutnya, peningkatan performa lawannya begitu pesat hingga membuat dirinya kesulitan keluar dari tekanan sejak awal.

Tahun lalu saya menang rubber, tapi tahun ini dia meningkat sangat pesat. Saya sudah antisipasi, sudah coba main seperti kemarin, tapi dia menyerang terus dari awal sampai akhir, ujar Dhinda usai laga.

Upaya Dhinda untuk memperlambat tempo lewat permainan reli juga tidak mampu membalikkan keadaan. Wong justru mampu meladeni setiap reli panjang dan mengontrol penuh jalannya pertandingan.

Saat coba bermain reli pun, dia bisa meladeni dan tetap mengontrol, tambahnya.

Kekalahan ini menggagalkan ambisi Dhinda untuk mengamankan medali pada penampilan perdananya di ajang multievent terbesar kawasan Asia Tenggara tersebut. Namun atlet asal Bali itu memilih melihat hasil ini sebagai bahan bakar semangat untuk melesat lebih jauh pada tahun mendatang.

Sangat disayangkan saya tidak bisa menang hari ini. SEA Games pertama ini jadi pelajaran dan pengalaman berharga. Saya bisa melihat kemajuan lawan-lawan untuk tahun depan, tegas Dhinda. Saya harus menguatkan ketahanan, kekuatan kaki, dan power tangan. Mengandalkan reli saja tidak cukup. Tahun depan saya mau raih banyak prestasi.

Di tunggal putri, Indonesia kini hanya menyisakan satu wakil, yakni Putri Kusuma Wardani, yang sudah lebih dulu menembus semifinal usai menang 21-18, 21-13 atas Karupathevan Letshanaa dari Malaysia.

Meski langkahnya terhenti, Dhinda pulang membawa satu hal penting: optimisme baru untuk menjadikan tahun 2026 sebagai panggung kebangkitannya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan