Demokrat Laporkan Akun Medsos yang Tuduh SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi

Partai Demokrat Melaporkan Akun Media Sosial Terkait Isu Ijazah Palsu Jokowi

Partai Demokrat telah melaporkan sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarluaskan isu terkait ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Laporan ini dilakukan setelah partai berlambang banteng tersebut merasa tidak puas dengan respons dari pihak-pihak yang diduga menyebarkan fitnah.

Laporan Partai Demokrat teregister dalam nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 5 Januari 2026. Dalam dokumen laporan polisi (LP), disebutkan bahwa para terlapor masih dalam proses penyidikan. Meski begitu, ada empat akun media sosial yang disebut dalam laporan tersebut, yaitu:

  • YouTube @AGRI FANANI
  • YouTube @Bang bOy YTN
  • YouTube @KajianOnline
  • TikTok @sudirowibudhiusmp

Dalam dokumen LP yang dirujuk, disebutkan bahwa "terlapor dalam lidik", yang artinya pihak berwajib sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Keempat akun tersebut dinilai telah membuat konten yang diduga menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai dalang dari isu ijazah palsu Jokowi.

Pelapor dan Alasan Laporan

Pelapor dalam kasus ini adalah anggota Badan Hukum Partai Demokrat, Muhajir. Ia mengonfirmasi bahwa laporan telah dibuat di Polda Metro Jaya. "Benar bahwa semalam kami membuat laporan di Polda Metro Jaya," ujar Muhajir saat dikonfirmasi.

Selain itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief menyampaikan bahwa laporan polisi ini dilakukan karena somasi yang diberikan oleh partai tidak diindahkan. Menurutnya, somasi merupakan kesempatan untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi.

"Karena somasi tidak diindahkan, maka empat akun semalam dilaporkan karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu ijazah palsu Jokowi. Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun," tulis Andi di X, Selasa (6/1/2025).

Tanggapan dari Pihak Terkait

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari para pemilik akun yang disebut dalam laporan polisi. Namun, Partai Demokrat memastikan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-hak hukum mereka terkait isu-isu yang dianggap merusak reputasi tokoh-tokoh penting.

Pihak partai juga menegaskan bahwa mereka akan tetap menjaga keseimbangan dalam menyikapi isu-isu yang muncul, termasuk dalam hal ini. Partai Demokrat berharap agar semua pihak dapat menjaga etika dalam bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Tindakan Lanjutan

Sementara proses penyidikan masih berlangsung, Partai Demokrat akan terus memantau perkembangan kasus ini. Mereka juga berencana untuk mengambil langkah-langkah hukum lebih lanjut jika ditemukan bukti-bukti yang kuat terkait pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan bisa menjadi peringatan bagi pengguna media sosial untuk lebih waspada dalam menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan tokoh-tokoh publik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan