
Pembangunan Masjid Raya Gorontalo Dimulai di Desa Talulobutu Selatan
Pembangunan Masjid Raya Gorontalo resmi dimulai di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Peristiwa ini berlangsung pada Jumat (12/12/2025), menjadi momen penting dalam sejarah provinsi Gorontalo.
Lokasi pembangunan telah ditetapkan melalui musyawarah adat Uduluwo Limo Lo Pohalaa. Hal ini menjadikannya sebagai titik awal proyek keagamaan terbesar di provinsi tersebut. Prosesi groundbreaking Gorontalo Islamic Center (GIC) diawali dengan prosesi adat Momayango sekitar pukul 05.45 Wita. Prosesi ini menandai peletakan batu pertama secara sah sesuai dengan tradisi setempat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah, Ketua TP-PKK Nani Mokodongan, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo, dan Bupati Bone Bolango Ismet Mile. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan besar dari berbagai lapisan masyarakat dan pemerintah.
Setelah prosesi adat, acara dilanjutkan dengan ngaji dan sholawat yang menambah kekhidmatan suasana pagi itu. Suasana haru dan penuh semangat terasa di seluruh lokasi.
Sebelumnya, persiapan teknis sudah matang melalui rapat di Rumah Dinas Gubernur, yang dipimpin langsung oleh Gusnar Ismail. Penataan lokasi, panggung, LED, tenda, hingga pengaturan parkir menjadi fokus utama, memastikan acara berjalan lancar dan nyaman bagi peserta.
Ketua Yayasan Gorontalo Islamic Center, Wahyudin Katili, menjelaskan bahwa pembebasan lahan seluas 1,6 hektar untuk area inti dan jalan masuk telah rampung. Dari total dana awal Rp 3,2 miliar, Rp 2 miliar telah digunakan untuk membeli lahan tersebut.
Dana diperoleh dari infak ASN, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, serta partisipasi masyarakat, termasuk donasi yang disumbangkan secara diam-diam. Banyak masyarakat yang berkontribusi tanpa diberitakan, ini menunjukkan dukungan luas terhadap pembangunan Masjid Raya Gorontalo, ujar Wahyudin.
Proyek Gorontalo Islamic Center diproyeksikan menjadi simbol keagamaan sekaligus pusat aktivitas keislaman di provinsi ini. Kini, proyek ini resmi memulai tahap pembangunan fisik di Desa Talulobutu.
Visi dan Misi Gorontalo Islamic Center
Gorontalo Islamic Center memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan spiritual bagi umat Islam di provinsi Gorontalo. Dalam misinya, GIC akan menyediakan berbagai fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, dan ruang ibadah yang lengkap.
Selain itu, GIC juga akan menjadi tempat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan. Dengan demikian, GIC tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pertumbuhan spiritual.
Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pembangunan Masjid Raya Gorontalo. Banyak warga yang memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung. Donasi yang disumbangkan secara diam-diam menunjukkan rasa cinta dan kepedulian masyarakat terhadap proyek ini.
Masyarakat juga turut serta dalam berbagai kegiatan persiapan, seperti pembersihan lokasi, pengaturan acara, dan penyiapan perlengkapan. Semangat gotong royong ini menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan proyek ini.
Fase Pembangunan
Pembangunan Masjid Raya Gorontalo akan berlangsung dalam beberapa fase. Fase awal mencakup pematangan struktur bangunan, pemasangan instalasi listrik dan air, serta penyelesaian infrastruktur pendukung.
Fase selanjutnya akan fokus pada pengerjaan interior dan eksterior masjid, termasuk penyelesaian atap, dinding, dan dekorasi. Setelah itu, akan dilakukan pengujian dan pengecekan kualitas bangunan sebelum dibuka untuk umum.
Harapan dan Tantangan
Harapan besar diarahkan kepada Gorontalo Islamic Center sebagai pusat keagamaan yang kuat dan berkelanjutan. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi, seperti pengelolaan dana, koordinasi antara berbagai pihak, dan menjaga kualitas bangunan.
Meskipun begitu, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, proyek ini diyakini akan berhasil dan menjadi contoh dalam pembangunan masjid di daerah lain.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar