Pengumuman John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
PSSI secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Ia menggantikan posisi Patrick Kluivert yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih. Penunjukan ini menjadi langkah strategis untuk membangun era baru dalam sepak bola nasional.
Herdman akan bertanggung jawab atas Timnas Senior serta Timnas U-23 Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen PSSI terhadap proyek jangka panjang dan keberlanjutan prestasi sepak bola Tanah Air.
Rekor Prestisius John Herdman
John Herdman adalah satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara (Kanada) lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA. Ia sukses membawa Timnas Putri Kanada ke Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mengantarkan Timnas Putra Kanada tampil di Piala Dunia Qatar 2022.
Rekam jejak ini menjadi alasan utama PSSI dalam menunjuk Herdman. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa penunjukan ini merupakan momen penting bagi sepak bola Indonesia yang masuk ke era baru dengan pelatih berpengalaman yang mampu membawa timnas menuju Piala Dunia.
Detail Kontrak dan Gaji John Herdman
Melalui laman resmi Kita Garuda, diketahui bahwa John Herdman diikat dengan kontrak jangka panjang bermodel 2+2 tahun. Artinya, ia akan bekerja selama dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga dua tahun berikutnya. Selain itu, Herdman juga diberi peran ganda sebagai pelatih Timnas Senior dan U-23.
Gaji bulanan yang diterima oleh Herdman mencapai sekitar Rp670 juta per bulan. Angka ini menjadi faktor penentu dalam keputusan PSSI untuk menunjuk mantan pelatih Kanada sebagai pelatih kepala timnas pria Indonesia.

Misi Menuju Piala Dunia 2030
Kedatangan Herdman merupakan langkah strategis untuk menatap kelolosan Piala Dunia 2030. Jika tidak ada halangan, Herdman diproyeksikan tetap menjadi nakhoda hingga turnamen tersebut digelar. Ia akan memimpin skuad Garuda Muda di ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Erick Thohir menyampaikan bahwa penunjukan Herdman dilakukan karena kualifikasinya yang telah terbukti. "Saya senang dengan arahan Bapak Presiden yang meminta kita coba lagi. Bikin program yang lebih agresif," ujarnya.
Profil dan Karier John Herdman
John Herdman memiliki lisensi Pro-UEFA dan memulai kariernya dengan memimpin timnas Junior Selandia Baru pada 2003. Ia kemudian menjadi pelatih kepala Timnas Putri Kanada (2006–2011) sebelum dipindahtugaskan ke Timnas Putra Kanada, di mana ia menjabat pelatih U-23 dan senior pada 2018.
Sebelum ke Indonesia, Herdman sempat menukangi klub Toronto FC (2023–2024). Kini, ia kembali mengemban tanggung jawab besar sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Tantangan Besar Sebelum Debut
John Herdman dihadapkan pada tantangan besar sebelum melatih Timnas Indonesia. Skuad Garuda dipastikan tidak akan diperkuat oleh beberapa pemain andalan, seperti Thom Haye dan Shayne Pattynama. Kedua pemain tersebut mendapat skors larangan main empat laga dari FIFA akibat protes keras kepada wasit Ma Ning dari China usai laga.
Selain sanksi larangan bermain, kedua pemain juga diwajibkan membayar denda masing-masing 5000 Franc Swiss atau sekitar Rp105,2 juta.

Krisis Lini Tengah dan Absennya Pemain Andalan
Kehilangan Thom Haye dan Shayne Pattynama menjadi PR tersendiri bagi Skuad Garuda. Terutama di sektor lini tengah, dimana Thom Haye sering menjadi penentu hasil pertandingan. Saat ini, hanya Joey Pelupessy yang tersisa sebagai pemain di lini tengah. Ivar Jenner masih ada, namun belum pernah tampil sejak Oktober 2025.
Strategi dan Formasi Pragmatis
John Herdman dikenal dengan pola permainan pragmatis yang bisa disesuaikan dengan situasi. Ia bisa menggunakan formasi berbeda sesuai kebutuhan. Calvin Verdonk dan Nathan Tjoe-A-On bisa menjadi alternatif di sektor gelandang. Meskipun demikian, fokus utama tetap pada strategi yang efektif dan realistis.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar