Detik-detik Menegangkan Penangkapan Terduga Pembunuh Anak Politisi PKS di Cilegon

Detik-detik Menegangkan Penangkapan Terduga Pembunuh Anak Politisi PKS di Cilegon

Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, memberikan penjelasan mengenai kronologi penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS berinisial MAHM (9) yang terjadi di rumah mewah Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon. Menurutnya, penangkapan terduga pelaku berinisial HA (31) dilakukan oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten setelah melakukan aksi pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang berlokasi di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, pada Jumat (2/1/2026).

“Informasi diperoleh dari pembantu yang ada di rumah tersebut. Sekitar pukul 11.55 WIB, melihat ada seorang laki-laki tidak dikenal berada di ruang tamu,” kata Firman kepada sumber lokal, Sabtu (3/1/2026).

Lantaran aksinya diketahui, terduga pelaku panik dan sempat mengancam sambil mengejar pembantu rumah tangga tersebut. Beruntung, pembantu itu berhasil keluar dari rumah melalui pintu samping dan mendapatkan bantuan dari warga sekitar.

“Dia berteriak, kemudian pelaku mengancam menggunakan pisau, tetapi pembantu itu berhasil melarikan diri. Setelah itu, warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek,” ujar Firman.

Mendapat laporan dari warga, petugas piket dan BKO Brimob yang sedang bertugas di Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian perkara. Sekitar pukul 13.15 WIB, anggota Polsek Cilegon bersama lima personel BKO Brimob melakukan penyisiran ke setiap ruangan dan area rumah tersebut. Hingga akhirnya, terduga pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di bawah kolong mobil milik pemilik rumah yang terparkir di garasi.

“Selanjutnya, Resmob Polres Cilegon dan Resmob Polda Banten yang dipimpin Kasubbid Polda membawa pelaku untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah diperiksa, ternyata pelaku ini juga yang melakukan aksi pembunuhan di BBS III,” tutup Firman.

Peristiwa Mencekam yang Menggemparkan

Sebagai informasi, terduga pelaku sempat buron lebih dari dua pekan sejak melakukan pembunuhan di rumah mewah BBS III, Kota Cilegon. Kejadian ini telah memicu kericuhan di lingkungan sekitar dan menjadi sorotan publik.

Terkait motif terduga pelaku tega menghabisi nyawa bocah kelas IV sekolah dasar tersebut, hingga kini wartawan masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak Polres Cilegon. Beberapa indikasi awal menyebutkan bahwa pelaku memiliki riwayat masalah pribadi atau bisa saja terdorong oleh faktor eksternal.

Proses Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan

Setelah penangkapan, polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap HA. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat bukti-bukti yang menghubungkan pelaku dengan kasus pembunuhan MAHM. Tim penyidik akan terus memperdalam investigasi untuk mengungkap seluruh fakta dan alur kejadian.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan proses hukum berjalan secara adil dan transparan. Selain itu, pihak keluarga korban juga diminta untuk memberikan keterangan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Reaksi Masyarakat dan Keprihatinan

Peristiwa ini menimbulkan rasa prihatin di kalangan masyarakat. Banyak warga yang merasa khawatir atas keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar. Beberapa pengurus RT dan RW di wilayah BBS III juga menyampaikan kekecewaan terhadap situasi yang terjadi, serta meminta pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan di area permukiman.


Beberapa warga juga menggelar doa bersama di depan rumah korban, sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga yang sedang berduka. Mereka berharap proses hukum dapat segera menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil.

Kesimpulan

Kasus pembunuhan terhadap bocah MAHM (9) di Kota Cilegon menjadi perhatian serius bagi aparat hukum dan masyarakat. Penangkapan terduga pelaku HA (31) menunjukkan komitmen polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, masyarakat tetap menantikan jawaban lengkap tentang motif dan alur kejadian agar dapat menghindari terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan