
nurulamin.pro, MEDAN –Siswi SD ini viral karena mencoba menahan laju sepeda motor pencuri yang menyatroni rumahnya.
Akibatnya, ia sempat terseret sepeda motor sejauh sekitar 20 kilometer.
Dia adalah Jovita Vianitan (9), bocah kelas 9 SD yang tinggal di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Saat itu, Jovita tengah sendirian di rumah. Melihat naling, ia nekat mengejar dan berpegangan pada besi behel sepeda motor maling yang menyatroni rumahnya pada Sabtu (10/1/2026) siang.
Aksi heroik yang terekam kamera CCTV, memicu rasa miris sekaligus decak kagum dari warga yang melihat perjuangan Jovita mempertahankan harta benda keluarganya.
Kronologi Pencurian Saat Jovita Ditinggal Sendirian di Rumah
Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 11.30 WIB saat ayah korban, Darfan (52), sedang pergi menjemput Jovita ke sekolah yang lokasinya tidak jauh dari rumah.
Ternyata Jovita sudah pulang lebih awal dan sedang berada di dalam rumah seorang diri saat seorang pria tak dikenal bertubuh besar masuk ke dalam kediaman mereka.
Jovita yang saat itu berada di kamar mandi mengira suara pintu terbuka adalah tanda ayahnya telah pulang dari bekerja.
Namun, ia justru mendapati sosok asing yang langsung menggasak tas berisi dompet dan sebuah telepon seluler milik keluarganya.
Terseret Aspal 20 Meter demi Menahan Laju Sepeda Motor Pelaku
Melihat barang berharga miliknya dibawa kabur, Jovita tidak tinggal diam dan langsung mengejar pelaku hingga ke halaman rumah di mana motor pelaku terparkir.
Dengan keberanian tinggi, ia menarik bagian belakang motor agar pelaku tidak sempat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Nahas, pelaku tetap memutar kunci dan menancap gas sehingga tubuh kecil Jovita terseret di atas aspal sejauh kurang lebih 20 meter.
"Saat itu pelaku melirik ke belakang lalu tancap gas. Anak saya diperkirakan terseret aspal sejauh kurang lebih 20 meter," ujar Darfan saat ditemui Tribun Medan, Minggu (11/1/2026).
Setelah menyeret korban beberapa meter, pelaku akhirnya menghentikan motornya dan sempat mengembalikan handphone korban sebelum akhirnya kembali kabur membawa tas berisi uang Rp100 ribu.
Kondisi Korban dan Rencana Pelaporan ke Pihak Kepolisian
Akibat insiden tersebut, Jovita mengalami luka-luka lecet pada bagian kaki dan trauma setelah tubuhnya terseret di jalanan yang kasar.
Darfan menemukan putrinya dalam kondisi kaki berdarah-darah dan seragam sekolah yang kotor serta tercabik di beberapa bagian saat ia baru sampai di rumah.
Meskipun luka-lukanya telah diobati, pihak keluarga mengaku masih mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian di Polsek Medan Labuhan.
Saat ini, identitas pelaku yang diduga bekerja sebagai pekerja serabutan masih menjadi misteri bagi keluarga maupun warga sekitar Lorong 36.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum ke polisi. Rencananya akan buat laporan kalau kondisi korban parah,” kata Darfan.
(cr9/Tribun-medan.com)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar