
JAKARTA – Kesuksesan film Agak Laen: Menyala Pantiku! di bioskop tidak terlepas dari perjalanan panjang yang penuh tantangan. Sutradara sekaligus penulis naskah, Muhadkly Acho, menceritakan bagaimana skenario film tersebut sempat mengalami kejadian tak terduga yang hampir menghancurkan semangatnya.
Menurut Acho, saat proses pembuatan film sedang berlangsung, ia mengalami kejadian yang sangat mengerikan. Pada bulan Maret lalu, ia dengan bodoh tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario Agak Laen: Menyala Pantiku! yang sudah 70 persen selesai ditulis. Padahal, waktu yang tersisa untuk menyelesaikan proyek ini hanya beberapa hari lagi.
“Saya sebodoh itu,” tulis Acho dalam keterangan unggahannya di Instagram. Kejadian ini terjadi ketika ia mencoba menyimpan versi alternatif adegan. Alih-alih menyimpan dengan nama file yang berbeda, Acho justru tidak sengaja me-replace file utama skenario yang telah ia tulis selama bertahun-tahun.
Kejadian ini membuat Acho merasa seperti disambar petir di siang bolong. Tubuhnya lemas dan pikirannya kosong karena khawatir proses syuting film akan gagal akibat kesalahannya sendiri. Malam itu, pikirannya hanya terfokus pada satu hal: “Mampus, gagal deh ini syuting gara-gara gua.”
Pada saat musibah itu terjadi, Acho tengah menjalani proses syuting film Tinggal Meninggal pada bulan Ramadan. Ia hanya sempat menceritakan kejadian tersebut kepada beberapa rekan terdekat di lokasi syuting, seperti Kristo Immanuel, Caesar Mario, Shindy Huang, dan Nada Novia.
Dukungan kemudian datang dari sang istri, Maria Tanzil, yang mendorong Acho untuk bangkit dan menulis ulang naskah dari awal. Dengan ingatan yang masih segar, ia mulai menyusun kembali dialog dan adegan satu per satu, sambil tetap menjalani tugas sebagai pemeran Pak Cokro.
“Aku pun akhirnya memulai lagi menulis dari awal, bermodalkan ingatan ala kadarnya, satu demi satu, dialog demi dialog, adegan demi adegan… sambil menjalani syuting film Tinggal Meninggal sebagai Pak Cokro,” tulis Acho.
Ujian belum berhenti karena di tengah proses penulisan ulang, anak Acho harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi ini memaksa Acho melanjutkan penulisan naskah di sela waktu menjaga anak, mulai dari pagi hingga menulis larut malam sampai sahur.
Acho mengakui bahwa ia sempat berada di titik hampir menyerah. Namun, justru dalam situasi tersebut, ide-ide cerita mengalir lebih deras. Sejumlah adegan penting, termasuk adegan masjid yang bernuansa religius, lahir saat ia menulis di rumah sakit.
“Rasanya mau nyerah. Tapi Tuhan berkata lain. Ternyata, di tiga malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu,” tulis Acho.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Tepat di malam takbiran, Acho berhasil merampungkan draf pertama skenario Agak Laen: Menyala Pantiku!.
“Dan Alhamdulillah… tepat di malam takbiran, saya akhirnya berhasil merampungkan draft tengah malam. Saya menangis tengah malam… sendirian,” tulisnya.
Acho menutup kisah perjuangannya dengan refleksi singkat. “Inna ma’al usri yusra. Bersama kesulitan, ada kemudahan.”
Perjuangan tersebut kini sejalan dengan pencapaian film Agak Laen: Menyala Pantiku! di bioskop. Film ini resmi mencatatkan lebih dari 10 juta penonton, menjadikannya film kedua tahun ini yang menembus angka tersebut, sekaligus film Indonesia ketiga sepanjang sejarah yang mencapai capaian serupa.
Melalui unggahan di media sosial, Imajinari selaku rumah produksi mengumumkan bahwa film yang ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho tersebut telah meraih lebih dari 10 juta penonton hanya dalam 35 hari penayangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar