
JAKARTA, nurulamin.pro – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang memadati trotoar di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, tidak selalu dipandang sebagai persoalan.
Di tengah keluhan masyarakat soal kemacetan lalu lintas, sejumlah keluarga pasien justru menilai PKL menjadi solusi ekonomis yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama mendampingi pasien.
Sejumlah penunggu pasien mengaku lebih memilih membeli makanan dan minuman di lapak pinggir jalan karena harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan kantin rumah sakit maupun restoran di sekitar kawasan RSCM.
Azmi (28), salah satu anggota keluarga pasien, menyebutkan para pedagang tersebut sebagai “penyelamat dompet”, terutama bagi mereka yang harus menjaga pasien rawat inap dalam waktu lama.
"Jujur, pedagang justru penyelamat dompet lah istilahnya. Kalau makan apa jajan kan murah. Kalau di kantin apa ke restoran sekali makan paling murah Rp 35.000 sampai Rp 50.000 kali ya," kata Azmi saat ditemui nurulamin.pro di lokasi, Minggu (11/1/2026).
Selain faktor harga, Azmi juga merasa keberadaan PKL memudahkan keluarga pasien karena pilihan makanan yang beragam dan jaraknya yang dekat dari area rumah sakit.
"Ya enak murah, banyak pilihan lah, deket kan enggak ribet," tambahnya.
Tempat melepas penat
Tak hanya soal kebutuhan makan, area trotoar yang dipenuhi pedagang juga dimanfaatkan keluarga pasien sebagai tempat sejenak melepas penat dari suasana rumah sakit.
Azmi menuturkan, ruang tunggu di dalam rumah sakit yang tertutup dan steril kerap membuatnya merasa kurang nyaman setelah berjam-jam menunggu.
Area luar rumah sakit pun menjadi alternatif bagi keluarga pasien untuk sekadar beristirahat, merokok, atau menenangkan diri.
"Di dalam tapi sumpek, enggak bisa ngerokok. Tegang lah bawaannya. Bau obat lagi kan," kata dia.
Azmi menyadari aktivitas jual beli di bahu jalan dan trotoar turut berkontribusi terhadap kemacetan di Jalan Diponegoro.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut sulit dihindari karena adanya kebutuhan antara pedagang dan para penunggu pasien, khususnya dari kalangan menengah ke bawah.
"Kalau gini kayaknya enggak cuma di sini sih. Rumah sakit lain juga banyak kan, pasti kalau rumah sakit ramai banyak pedagang kan di mana-mana," tutur dia.
Sebelumnya, kondisi lalu lintas di sekitar RSCM dikeluhkan warganet yang diunggah oleh akun Instagram @jakartapusat.info. Menurut unggahan tersebut, kondisi lalu lintas yang macet di depan RSCM disebut tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun.
Unggahan tersebut juga menyebutkan, kemacetan yang terus berulang akibat keberadaan pedagang kaki lima di sepanjang jalan, serta pemanfaatan ruas jalan sebagai area parkir sepeda motor dan bajaj.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar