Dikepung Agen FBI, Maduro Tiba di New York


NEW YORK, nurulamin.pro
- Presiden Venezuela, Nicolas Maduro tiba di sebuah pangkalan militer Amerika Serikat dan dipindahkan ke New York, Sabtu (3/1/2026) malam.
Agen FBI tampak mengepung Maduro saat turun dari pesawat pemerintah AS dan mengawalnya di sepanjang landasan pacu di fasilitas Garda Nasional di New York.
Dikutip dari AFP, Minggu (4/1/2026), Maduro kemudian diterbangkan dengan helikopter ke Manhattan, tempat sejumlah besar aparat penegak hukum menunggu.
Pemimpin berusia 63 tahun itu akan dibawa terlebih dahulu ke kantor Badan Penegakan Narkoba AS (DEA), kemudian ke Pusat Penahanan Metropolitan, sebuah fasilitas federal di Brooklyn.
Pusat penahanan tersebut adalah penjara yang sama tempat rapper Sean "Diddy" Combs ditahan selama persidangannya tahun lalu.
Maduro dan istrinya akan dihadapkan ke pengadilan pada tanggal yang belum ditentukan di New York.
Mereka didakwa dengan "narkoterorisme," mengimpor berton-ton kokain ke AS, dan kepemilikan senjata ilegal.

Operasi Militer Penangkapan Maduro

Operasi militer ini merupakan puncak kampanye AS di Venezuela yang diklaim untuk memberantas narkoba.
Aksi itu dimulai dari ledakan yang terdengar di ibu kota Caracas dan daerah sekitarnya sesaat sebelum pukul 02.00 dini hari waktu setempat dan berlanjut hingga sekitar pukul 03.15 dini hari.
Gambar-gambar di media sosial menunjukkan siluet helikopter di langit malam dan rudal menghantam sasaran, menciptakan bola api dan kepulan asap besar.
Presiden AS, Donald Trump mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap Maduro dan istrinya.
Jenderal top AS, Dan Caine menuturkan, tujuan "Operasi Absolute Resolve" itu semata-mata untuk menangkap Maduro.
Menurutnya, operasi yang melibatkan lebih dari 150 pesawat itu dilakukan setelah persiapan selama berbulan-bulan.

Target Operasi Militer

Benteng Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela, termasuk di antara target serangan.
Pangkalan luas di selatan Caracas ini merupakan tempat kediaman kementerian pertahanan, akademi militer, serta unit perumahan untuk ribuan tentara dan keluarga mereka.
Para reporter AFP melihat kobaran api dan kepulan asap besar yang membubung dari kompleks tersebut.
Di salah satu pintu masuk yang masih dijaga, sebuah kendaraan lapis baja dan sebuah truk dipenuhi bekas tembakan.
Pangkalan udara La Carlota di sebelah timur Caracas juga menjadi sasaran. Sebuah kendaraan lapis baja di pangkalan tersebut terbakar dan sebuah bus hangus.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di La Guaira, sebelah utara Caracas yang merupakan lokasi pelabuhan dan bandara internasional, Kota Maracay di bagian tengah utara, dan Higuerote di pantai Karibia.
Semua lokasi itu berada dalam radius 100 kilometer (60 mil) dari Caracas.

Reaksi Internasional

Ketegangan antara AS dan Venezuela memicu reaksi dari berbagai pihak di dunia.
Beberapa negara Eropa mengecam tindakan AS, sementara sejumlah negara Latin mendukung langkah tersebut sebagai upaya untuk menegakkan hukum dan keadilan.
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) juga menyampaikan kekhawatiran atas potensi dampak operasi tersebut terhadap rakyat biasa di Venezuela.
Selain itu, para aktivis hak asasi manusia menyerukan agar proses hukum terhadap Maduro dan istrinya dilakukan secara transparan dan adil.

Kekhawatiran tentang Stabilitas Regional

Operasi ini memicu kekhawatiran akan stabilitas regional, terutama karena Venezuela memiliki hubungan politik dan ekonomi yang kuat dengan beberapa negara tetangga.
Beberapa negara seperti Bolivia dan Kuba mengeluarkan pernyataan resmi mengecam tindakan AS, sementara Meksiko menyarankan dialog sebagai solusi konflik.
Sementara itu, organisasi regional seperti Uni Negara-Negara Amerika (UNASUR) mengimbau semua pihak untuk menjaga perdamaian dan menghindari eskalasi konflik.
Sejumlah analis politik percaya bahwa operasi ini bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam dinamika politik di Amerika Latin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan