Dikritik, BKPSDM Tangsel Tekankan Pentingnya Pelatihan Kepemimpinan ASN

Dikritik, BKPSDM Tangsel Tekankan Pentingnya Pelatihan Kepemimpinan ASN

Kritik Terhadap Pelatihan Kepemimpinan di Tangerang Selatan

Kegiatan Leadership Training yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangerang Selatan (Tangsel) sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Acara yang berlangsung selama empat hari di Bandung tersebut, dianggap memakan anggaran besar.

Gelombang kritik terhadap kegiatan ini mencuat setelah akun Instagram @tangerang_update mengunggah video yang menampilkan sejumlah pejabat eselon II dan eselon III Pemkot Tangsel sedang melaksanakan suatu kegiatan di salah satu hotel di Kota Bandung. Dalam narasinya, unggahan tersebut menyebutkan bahwa anggaran yang digunakan untuk pelatihan itu diduga mencapai Rp 1,5 miliar.

Video yang diunggah pada Rabu (10/12/2025) itu mendapat respons yang cukup besar. Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 246 ribu akun. Banyak netizen memberikan komentar yang mengecam kegiatan tersebut.

  • "Ngabisin anggaran 2025 ya, gimana nih Tangsel," tulis akun @kusnadi_adit1980 dalam kolom komentar.
  • "Ga sesuai arahan Presiden nih, masih meeting di hotel," tulis komentar lainnya atas nama akun @sangaji_eko.

Penjelasan dari Kepala BKPSDM

Menanggapi kritik tersebut, Kepala BKPSDM Tangsel, Wahyudi Leksono menegaskan bahwa kegiatan Leadership Training yang ditujukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya pejabat eselon II dan eselon III di lingkup pemerintahan Kota Tangsel, merupakan investasi jangka panjang.

Menurutnya, manfaat dari kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh ASN yang ikut menjadi peserta, tetapi juga bagi masyarakat yang menerima pelayanan.

Leadership Training adalah investasi sumber daya manusia. Manfaatnya tidak hanya dirasakan ASN, tetapi masyarakat yang menerima pelayanan, ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima berita, Jumat (12/12/2025).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah pemborosan, melainkan kebutuhan organisasi untuk terus maju.

Program Resmi dalam RKPD 2025

Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan program resmi yang telah disahkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025. Ia menekankan bahwa Leadership Training ini bukan kegiatan mendadak.

Program ini sudah ditetapkan dalam RKPD 2025 sebagai bagian dari agenda pengembangan kompetensi ASN Tangsel, katanya.

Wahyudi menambahkan bahwa tanpa pelatihan kepemimpinan yang memadai, kualitas pelayanan publik akan stagnan dan tidak mampu menjawab tantangan birokrasi modern.

Pelayanan yang baik hanya bisa diberikan oleh SDM yang kompeten. Dan itu tidak terjadi secara otomatisada proses pembinaan dan peningkatan kapasitas yang memang harus didukung anggaran negara, tegasnya.

Tanggapan terhadap Kritik

Wahyudi mengaku tidak keberatan atas kritik yang dilontarkan masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Baginya, kritik merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan.

Kami sangat menghargai kritik yang masuk. Itu artinya masyarakat peduli pada kualitas pemerintahan. Pemerintah tidak antikritik, dan kami berterima kasih atas perhatian publik terhadap program ini, tuturnya.

Ia menambahkan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi internal, agar pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan transparan di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan