
FGD II Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTS
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar focus group discussion (FGD) II untuk membahas rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH) serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten TTS Tahun 2025-2055. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Mutis Kantor Bupati TTS, pada Rabu (10/12/2025), bersama tim penyusun LP2M Undana Kupang.
Hadiri dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Drs. Seperius E. Sipa, M.Si, para pimpinan OPD, para camat dan lurah, perwakilan NGO, serta tokoh masyarakat. Tim LP2M Undana Kupang terdiri dari Dr. Dodi Dharmakusuma, Dr. Suwari, Dr. Paulus Bhuja, Jasvidiato Kota, S. Farm., M.Farm., dan Robertho Kadji, ST., MT.
Kegiatan FGD ini berangkat dari isu pembangunan berkelanjutan yang menempatkan aspek pengelolaan lingkungan hidup sebagai dasar pijakan kebijaksanaan pembangunan. Tujuan utamanya adalah menyusun dan mendapatkan masukan terhadap dokumen RPPLH dan KLHS RTRW.
Tujuan dan Manfaat FGD
RPPLH menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan, rencana, dan program pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mengharmonisasikan antara laju pembangunan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Sementara itu, kajian strategis RTRW bertujuan untuk memastikan aspek lingkungan hidup telah terintegrasi dalam kebijakan, rencana, dan program yang disusun dalam revisi RTRW kabupaten TTS tahun 2025-2055.
Melalui forum diskusi ini, dinas dan tim peneliti dapat melengkapi data, mengumpulkan informasi konkrit, merumuskan isu-isu penting, melakukan analisis DPSIR (Driver Pressure State Impact Response), menetapkan target PPLH, sebagai alat penunjang pengambilan keputusan.
Harapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTS, Marthelens Ch. Liu, ST.,MT., menyampaikan gambaran umum kegiatan. Ia berharap peserta kegiatan dapat memberikan masukan dan saran demi penyempurnaan dua dokumen tersebut.
"Kita semua harus saling memberikan saran dan masukan untuk penyempurnaan KLHS dan RPPLH agar pembangunan berkelanjutan daerah kita bisa lebih baik ke depannya," ujar Marthelens.
Peran Sekretaris Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Drs. Seperius E. Sipa, M.Si., yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini juga dilakukan untuk mengharmonisasikan laju pembangunan dengan daya dukung lingkungan hidup.
"Dua kegiatan ini disusun sebagai bagian dari komitmen pemerintah kabupaten TTS, dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, tertib, dan berpihak pada kepentingan lingkungan serta keselamatan masyarakat," jelas Seperius.
Ia menyebutkan sembilan isu prioritas dalam kegiatan ini, yaitu:
- Kondisi kebencanaan, seperti banjir, banjir bandang, abrasi, cuaca ekstrim, likuefaksi, longsor, dan gerakan tanah.
- Pengoptimalan pengolahan sampah.
- Konflik dan perubahan guna lahan.
- Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air.
- Penurunan permukaan tanah.
- Penurunan subsidence dan ketersediaan peningkatan kebutuhan pangan.
- Penurunan kualitas udara.
- Degradasi ekosistem pesisir.
- Infrastruktur dan utilitas yang belum memadai.
Integrasi Aspek Lingkungan
Seperius menekankan bahwa terintegrasinya aspek lingkungan hidup ditujukan untuk menjamin pembangunan berkelanjutan dapat terwujud melalui rencana tata ruang dan meminimalisir konflik pemanfaatan ruang pada masa depan.
"Untuk itu, saya harapkan ada saling koordinasi yang baik antara dinas lingkungan hidup dan pihak LP2M Undana secara komprehensif, sehingga hasil dari penyusunan dokumen-dokumen lingkungan ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk penyelesaian penyusunan revisi RTRW Kabupaten TTS dan juga bermanfaat dalam mendukung akselerasi program pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas lingkungan, serta menciptakan wajah kota dan desa yang lebih tertata, nyaman, dan berdaya saing," tutupnya.
Hasil Diskusi
Kegiatan tersebut berlangsung aktif, dengan banyak masukan dan saran yang diberikan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup maupun tim peneliti dari Undana Kupang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar