Dinas Pendidikan Mojokerto Usung 75 Persen Guru Mahir Digital

Dinas Pendidikan Mojokerto Usung 75 Persen Guru Mahir Digital

Program BOSDA 2025: Transformasi Digital Pendidikan di Kabupaten Mojokerto

Pemerintah Kabupaten Mojokerto meluncurkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) 2025 dengan fokus pada transformasi digital pendidikan. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yoie Afrida, menegaskan bahwa program BOSDA 2025 sejalan dengan agenda besar transformasi digital pendidikan yang telah dimulai sejak 2023.

"Bantuan seragam ini bukan hanya bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar siswa, tetapi juga bagian dari strategi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Yoie Afrida.

Sejak 2023, Kabupaten Mojokerto telah memulai transformasi digital melalui pengadaan Chromebook, jaringan internet fiber optik, papan interaktif, hingga program Kandidat Sekolah Rujukan Google. Tahun 2025 ini, pemanfaatan IFP menjadi fokus utama agar pembelajaran lebih interaktif dan sesuai dengan era digital.

Yoie Afrida menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak hanya berupa sarana fisik, tetapi juga peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan sertifikasi digital. "Kami menargetkan 75 persen pendidik di Mojokerto mahir teknologi digital," tegasnya.

Dengan dukungan BOSDA, sarana digital, dan semangat guru serta siswa, Dinas Pendidikan Mojokerto optimis kualitas pendidikan di Mojokerto akan semakin maju. "Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan era digital," tambah Yoie Afrida.

Program BOSDA 2025 juga diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di Kabupaten Mojokerto. "Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Mojokerto, sehingga dapat bersaing dengan daerah lain," ujar Yoie Afrida.

Dinas Pendidikan Mojokerto juga telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi guru, seperti pelatihan dan sertifikasi digital. "Kami ingin guru-guru di Mojokerto dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," tambah Yoie Afrida.

Strategi Transformasi Digital Pendidikan

Transformasi digital pendidikan di Kabupaten Mojokerto dilakukan melalui beberapa langkah strategis:

  • Pengadaan Alat Teknologi: Pemerintah setempat telah menyediakan Chromebook dan perangkat digital lainnya untuk mendukung proses belajar mengajar.
  • Jaringan Internet: Pengembangan jaringan internet fiber optik untuk memastikan akses yang stabil dan cepat.
  • Papan Interaktif: Pemasangan papan interaktif di sekolah-sekolah untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  • Program Kandidat Sekolah Rujukan Google: Dalam rangka menjadikan sekolah-sekolah di Mojokerto sebagai model pembelajaran digital yang inovatif.

Selain itu, pihak dinas juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru. Hal ini dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi digital yang bertujuan untuk memastikan para pendidik mampu menghadapi tantangan era digital.

Tujuan dan Harapan Masa Depan

Tujuan utama dari program BOSDA 2025 adalah untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih modern dan efektif. Dengan adanya bantuan operasional tersebut, harapan besar diarahkan kepada peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dinas Pendidikan Mojokerto berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi seluruh siswa. Program BOSDA 2025 diharapkan menjadi langkah awal bagi Kabupaten Mojokerto untuk mewujudkan pendidikan era digital yang lebih maju dan berkualitas. Dengan kolaborasi antara pemerintah, guru, dan siswa, diharapkan dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan