Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM diminta awasi depot air isi ulang secara berkala

Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM diminta awasi depot air isi ulang secara berkala
Ringkasan Berita:
  • Dr. Nasrul Zaman MKes meminta Dinas Kesehatan Aceh Tenggara (Dinkes) bersama BBPOM Aceh melakukan pengawasan berkala terhadap depot air isi ulang di pedesaan.
  • Air isi ulang harus layak konsumsi, bersumber dari air bersih berkualitas, diuji laboratorium secara rutin, serta peralatan dan tempat dijaga kebersihannya sesuai standar kesehatan.
  • Kepala Dinkes Aceh Tenggara Rosita Astuti menyebutkan 7 depot sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara lainnya masih dalam proses.
 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

nurulamin.pro, KUTACANE - Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman MKes, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tenggara bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap depot-depot air minum isi ulang, khususnya yang berada di wilayah pedesaan.

Pengawasan Perlu Diperketat

"Dinkes Aceh Tenggara bersama BBPOM harus memastikan air minum isi ulang layak konsumsi dan sumber air bersih berkualitas dan juga telah dilakukan uji laboratorium secara berkala.

Dan, juga perlu menjaga kebersihan tempat dan peralatan sesuai standar kesehatan," kata Dr Nasrul Zaman yang juga Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara kepadanurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, pengawasan terhadap depot air isi ulang perlu diperketat di setiap kecamatan.

Pasalnya, air minum isi ulang sangat praktis dan dikonsumsi langsung oleh masyarakat, sehingga harus memenuhi standar kualitas dan tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Ia menambahkan, air isi ulang tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Oleh karena itu, mutu dan keamanan air minum yang dijual kepada masyarakat harus benar-benar terjamin dan higienis.

Untuk itu, Dr Nasrul berharap peran pengawasan Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM Aceh dapat dilakukan secara optimal serta dikoordinasikan dengan puskesmas kecamatan.

Apalagi, seiring perkembangan zaman dan teknologi, bisnis air isi ulang semakin menjanjikan dan mampu menghasilkan omzet harian yang cukup besar di tengah tantangan ekonomi saat ini.

"Tentunya, pengawasan terhadap depot-depot air isi ulang ini kita harapkan benar-benar dapat terlaksana dengan baik dan maksimal," tuturnya.

Data Depot Bersertifikat

Sementara itu, di lokasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Tenggara, Rosita Astuti, mengatakan hingga saat ini terdapat tujuh depot air isi ulang yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang dikeluarkan oleh Dinkes Aceh Tenggara.

Adapun depot lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikat.

"Pengawasan terus dilakukan Dinkes Aceh Tenggara bersama BBPOM Aceh," ujar Rosita. (*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan