Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM Diminta Pantau Depot Air Isi Ulang Berkala

Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM Diminta Pantau Depot Air Isi Ulang Berkala

Pengawasan Depot Air Isolasi Minum di Aceh Tenggara Perlu Diperketat

Dr. Nasrul Zaman MKes, seorang pengamat kebijakan publik Aceh, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap depot air minum isi ulang yang berada di wilayah pedesaan. Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tenggara bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh untuk melakukan pengawasan berkala. Hal ini dilakukan agar kualitas air minum yang tersedia dapat dipastikan layak konsumsi dan aman bagi masyarakat.

Menurut Dr. Nasrul Zaman, air minum isi ulang harus berasal dari sumber air bersih yang berkualitas. Selain itu, air tersebut juga perlu melalui uji laboratorium secara rutin. Kebersihan tempat dan peralatan pengolahan air juga harus sesuai standar kesehatan. Ia menekankan bahwa pengawasan perlu diperkuat di setiap kecamatan, mengingat air minum isi ulang sangat praktis dan sering dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa air minum isi ulang tidak hanya diminum oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Oleh karena itu, mutu dan keamanannya harus benar-benar terjamin. "Kualitas air yang dijual kepada masyarakat harus higienis dan tidak membahayakan kesehatan," tegasnya.

Selain itu, Dr. Nasrul Zaman menyampaikan harapan agar peran pengawasan Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM Aceh dapat dilakukan secara optimal. Ia menyarankan adanya koordinasi dengan puskesmas kecamatan guna memastikan pengawasan berjalan efektif.

Pertumbuhan Bisnis Air Isi Ulang

Bisnis air minum isi ulang semakin menjanjikan seiring perkembangan zaman dan teknologi. Di tengah tantangan ekonomi saat ini, bisnis ini mampu menghasilkan omzet harian yang cukup besar. Namun, hal ini juga menjadi pertanda pentingnya pengawasan agar tidak ada penyalahgunaan atau pelanggaran terhadap standar kesehatan.

Dr. Nasrul Zaman menegaskan bahwa pengawasan terhadap depot-depot air isi ulang harus dilakukan dengan baik dan maksimal. Ia berharap pihak terkait dapat menjalankan tugasnya dengan tanggung jawab agar masyarakat tetap mendapatkan air minum yang aman dan berkualitas.

Data Depot yang Sudah Bersertifikat

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Tenggara, Rosita Astuti, menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat tujuh depot air isi ulang yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini dikeluarkan oleh Dinkes Aceh Tenggara. Adapun depot lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikat.

Rosita menambahkan bahwa pengawasan terhadap depot air isi ulang terus dilakukan oleh Dinkes Aceh Tenggara bersama BBPOM Aceh. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas air yang disediakan tetap sesuai standar kesehatan.

Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas Air

Untuk meningkatkan kualitas air minum isi ulang, beberapa langkah penting perlu dilakukan:

  • Dinkes Aceh Tenggara dan BBPOM Aceh harus melakukan pengawasan berkala terhadap semua depot air minum isi ulang.
  • Setiap depot wajib memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) sebagai bukti bahwa mereka memenuhi standar kesehatan.
  • Air minum isi ulang harus berasal dari sumber air bersih yang teruji kualitasnya.
  • Peralatan dan tempat pengolahan air harus selalu dijaga kebersihannya.
  • Masyarakat harus diberikan informasi tentang pentingnya memilih depot air minum yang terpercaya dan memenuhi standar kesehatan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan