Dinkes Belitung Timur Selidiki Keterlambatan Penanganan di Puskesmas Gantung

Kasus Keterlambatan Rujukan di Puskesmas Gantung, Belitung Timur

Beberapa waktu lalu, isu mengenai keterlambatan pemberian surat rujukan oleh Puskesmas Gantung saat menangani proses persalinan seorang ibu bernama Mila Kurnia menjadi perbincangan hangat di wilayah Belitung Timur. Kejadian ini mencuat setelah akun Facebook keluarga pasien, @abidin, mengunggah keluhan terkait dugaan ketidakprofesionalan petugas kesehatan. Unggahan tersebut viral dan mendapat banyak respons dari netizen.

Dalam unggahan tersebut, Abidin menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diterima adiknya. Ia berharap pihak berwenang, termasuk Kementerian Kesehatan, dapat mengevaluasi kembali kompetensi petugas yang bekerja di fasilitas kesehatan tersebut. Ia juga menandai akun resmi Puskesmas Gantung dalam unggahan tersebut.

Tim Jabejabe langsung menghubungi keluarga korban untuk meminta penjelasan lengkap mengenai kronologi kejadian. Berikut adalah rangkaian kejadian yang terjadi:

Kronologi Menurut Keterangan Keluarga

Peristiwa bermula pada Rabu dini hari, 11 Desember 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, ketika Mila Kurnia datang ke Puskesmas Gantung karena telah memasuki proses persalinan. Keluarga menunggu perkembangan kondisi hingga menjelang siang.

Menurut kakak pasien, pada pukul 13.0014.00 WIB Mila dinyatakan telah mengalami pembukaan lengkap. Namun pemeriksaan menunjukkan bahwa air ketuban berwarna hijau dan kepala bayi belum turun, kondisi yang dianggap berpotensi membahayakan.

Melihat situasi tersebut, keluarga menyatakan telah berkali-kali meminta rujukan ke RSUD Belitung Timur. Namun menurut penuturan mereka, petugas puskesmas belum segera menerbitkan surat rujukan karena menilai belum saatnya dirujuk.

Keluarga mengaku baru mendapatkan surat rujukan sekitar pukul 16.00 WIB, setelah menunggu berjam-jam.

Sesampainya di RSUD Belitung Timur, Mila melahirkan secara normal sekitar pukul 18.00 WIB. Bayi yang dilahirkan masih hidup namun dalam kondisi lemah dan langsung dimasukkan ke ruang inkubator. Meski telah mendapatkan perawatan intensif, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.00 WIB.

Respons Dinas Kesehatan Belitung Timur

Menanggapi mencuatnya kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur, Dianita Fitriani, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengumpulan data serta pendalaman kasus. Proses ini dilakukan dengan melibatkan tim yang kompeten untuk memastikan penanganan yang objektif dan sesuai prosedur.

Dianita juga menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan melaporkan apabila menemukan adanya dugaan kesalahan atau tindakan tidak sesuai prosedur di puskesmas maupun RSUD.

Saat ini tim Dinkes sedang pengumpulan data dan pendalaman kasus, karena harus melibatkan tim yang kompeten. Apabila masyarakat ingin melapor kesalahan petugas puskesmas atau RSUD di lapangan, bisa ke nomor pengaduan Dinkes dan puskesmas. Silahkan adukan ke kami, insyaAllah semua laporan akan kami tindaklanjuti, ujarnya saat dikonfirmasi Jum'at 12 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sangat penting untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dinas Kesehatan membuka saluran aduan yang dapat dihubungi melalui nomor: * 0877-4474-1995 (Nomor Pengaduan Dinas Kesehatan Belitung Timur)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan