Direktur TVRI: Piala Dunia 2026 Hadirkan Hiburan untuk Rakyat Indonesia

Piala Dunia 2026 Hadir di Indonesia Melalui TVRI

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Iman Brotoseno, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memastikan penyelenggaraan tontonan Piala Dunia 2026 melalui lembaga yang dipimpinnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses yang inklusif bagi masyarakat Indonesia dalam menikmati pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia.

TVRI telah berhasil mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 untuk wilayah Indonesia. Seluruh pertandingan akan ditayangkan secara terestrial atau free to air (FTA) melalui saluran TVRI Sport dan TVRI Nasional. Rencananya, penyiaran akan berlangsung pada periode 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan jam tayang mulai pukul 23.00 WIB hingga 11.00 WIB.

"Piala Dunia 2026 melalui TVRI dihadirkan untuk seluruh rakyat Indonesia dengan akses yang inklusif, sesuai arahan dan dukungan Bapak Presiden," ujar Iman pada Rabu (31/12).

Proses Mendapatkan Hak Siar Tidak Mudah

Iman menjelaskan bahwa proses mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 tidak mudah. Namun, ia menyatakan bahwa semua keberhasilan ini terwujud berkat perhatian Presiden Prabowo terhadap sepak bola nasional. Menurutnya, Presiden memahami betapa besar antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga sepak bola.

"Beliau paham kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, sehingga memberi arahan agar momen besar seperti Piala Dunia dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali, sebagai wujud hiburan yang menyatukan dan membangkitkan semangat bangsa," tambah Iman.

Jumlah Pertandingan dan Akses Penonton

Secara keseluruhan, terdapat 104 pertandingan Piala Dunia 2026 yang mencakup babak penyisihan hingga partai final. Masyarakat bisa mengakses siaran tersebut melalui platform FTA atau terestrial dengan menggunakan antena biasa. Namun, untuk platform lain seperti OTT atau layanan digital, aksesnya akan bergantung pada kebijakan operator pihak ketiga.

Inisiatif Nonton Bersama dan Dampak Ekonomi

Pemerintah juga akan menginisiasi kegiatan nonton bersama (nobar) di berbagai lokasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai perluasan akses hiburan publik, serta bekerja sama dengan pelaku UMKM di Indonesia.

Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi lokal, memperluas akses hiburan publik, serta menjadikan momentum Piala Dunia sebagai sarana diseminasi program-program pemerintah yang bersifat edukatif dan informatif.

Keuntungan Bagi Masyarakat

Dengan penyiaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI, masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di daerah terpencil akan tetap bisa menikmati pertandingan tanpa harus membeli layanan premium. Hal ini sesuai dengan visi pemerintah untuk memberikan layanan informasi dan hiburan yang merata dan tidak memihak.

Selain itu, adanya nonton bersama di berbagai titik akan memperkuat rasa kebersamaan dan membangkitkan semangat nasionalisme. Para pengusaha lokal juga akan mendapatkan peluang untuk meningkatkan penjualan produk mereka, baik berupa makanan, minuman, maupun barang dagangan lainnya.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 yang disiarkan oleh TVRI bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momen penting dalam membangun persatuan dan memperkuat identitas nasional. Dengan akses yang inklusif dan inisiatif nonton bersama, pemerintah dan TVRI menunjukkan komitmen untuk memberikan manfaat yang nyata kepada seluruh rakyat Indonesia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan