
SUKABUMI, nurulamin.pro - Menanggapi sentilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait belum masuknya usulan dana bantuan bencana, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan pendataan ulang.
Usulan ini ditujukan bagi korban bencana Desember 2024, yang sebelumnya pernah diajukan ke BNPB.
Verifikasi Ulang Usulan Bantuan
Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki menyatakan, usulan bantuan ke provinsi sudah ada sejak tahun 2025 dan akan dilakukan verifikasi kembali.
"Untuk (usulan) ke provinsi sudah ada itu dari tahun 2025 sudah ada, hari ini kebetulan mau ada verifikasi kembali, jadi sekaligus dengan usulan kemarin ditambah hasil verifikasi hari ini akan dilakukan oleh tim jabar dan kita (sukabumi) untuk usulannya," kata Eki saat dihubungi nurulamin.provia sambungan telepon, Senin (12/1/2025) pagi.
Eki menambahkan, selain korban bencana tahun 2024, pihaknya juga akan mengusulkan bantuan untuk korban bencana tahun 2025.
"Iya (sekarang lagi diverifikasi ulang), ditambah dengan korban-korban lain yang pernah diusulkan ke BNPB. (Untuk usulan) tahun kemarin ada kurang lebih ada 400 kepala keluarga, sekarang mungkin akan bertambah, usulannya ditambah dengan hasil verifikasi hari ini," jelas Eki.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons video viral mengenai penanganan rumah warga terdampak banjir dan longsor di Babakan Cisarua, Kabupaten Sukabumi, yang terjadi pada Desember 2024.
Klarifikasi Pengajuan Usulan Bantuan
Dedi menjelaskan, berdasarkan pengecekan data, usulan bantuan untuk ratusan rumah terdampak bencana Desember 2024 tidak pernah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada Pemprov Jabar.
"Itu saya sudah cek data. Bahwa pemerintah Kabupaten Sukabumi usulan terhadap 500 rumah yang terdampak bencana tahun 2024 bulan Desember, itu diusulkannya ke BNPB, bukan diusulkan ke provinsi," kata Dedi melalui akun TikTok resminya yang telah dikonfirmasi nurulamin.pro, Jumat (9/1/2026).
Dedi Mulyadi kemudian meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar