
nurulamin.proAktivitas lalu lintas di jantung Kota Malang mengalami penyesuaian menyusul adanya agenda keagamaan berskala besar yang dipusatkan di kawasan Masjid Agung Jami’.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran acara sekaligus menjaga ketertiban arus kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memberlakukan penutupan sementara di dua ruas jalan utama yang mengelilingi area Alun-alun Kota Malang.
Penutupan tersebut meliputi Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Selatan, yang mulai diterapkan sejak Sabtu sore (3/1/26) dan berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Kebijakan ini diambil karena area depan Masjid Agung Jami’ digunakan sebagai titik utama pelaksanaan pengajian yang digelar Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW pada Minggu (4/1/26) pukul 07.00 WIB.
Pada Sabtu sore, jalur yang terdampak penutupan telah mulai disterilkan dari lalu lintas kendaraan.
Sejumlah panitia dan petugas tampak berjaga di titik-titik simpul untuk membantu mengarahkan pengendara yang melintas, sekaligus memastikan area pusat kegiatan tetap tertata dan kondusif menjelang pelaksanaan pengajian.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Alun-alun.
Menurutnya, penutupan difokuskan pada jalur utama di depan Masjid Agung Jami’ hingga area Kantor Pos, sehingga pengaturan arus kendaraan perlu dilakukan secara terarah dan terukur.
Pengendara dari arah Jalan Arif Rahman Hakim tidak diperkenankan berbelok kanan menuju Jalan Merdeka Barat atau akses langsung ke depan masjid.
Arus kendaraan dialihkan menuju Jalan Merdeka Utara sebelum diarahkan ke Jalan Merdeka Timur.
Skema ini diterapkan agar mobilitas warga tetap berjalan tanpa mengganggu persiapan kegiatan keagamaan di pusat kota.
Selain rekayasa arus lalu lintas, Dishub juga menyiapkan kantong parkir terpusat bagi jamaah dan pengunjung.
Area parkir diarahkan ke kawasan Pendopo Agung Malang guna mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar titik acara.
Langkah ini diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan dan menjaga kelancaran pergerakan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Widjaja menambahkan bahwa pengalihan arus diperkirakan sudah mulai terasa sejak malam hari, bertepatan dengan proses pemasangan panggung dan fasilitas pendukung kegiatan.
Pengaturan lalu lintas akan tetap diberlakukan hingga seluruh rangkaian acara tuntas, dengan mempertimbangkan kondisi situasional di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Dishub Kota Malang berkoordinasi dengan panitia penyelenggara.
Petugas Dishub tetap diterjunkan, namun panitia juga diminta berperan aktif membantu pengaturan lalu lintas, termasuk memasang banner dan rambu sementara di titik-titik strategis sebagai penanda bagi pengendara.
Melalui langkah kolaboratif ini, pemerintah daerah berharap kegiatan keagamaan dapat berjalan khidmat tanpa mengganggu mobilitas masyarakat di sekitar pusat kota.
Dishub juga mengimbau pengendara untuk mengikuti arahan petugas, mematuhi jalur pengalihan, serta merencanakan perjalanan agar terhindar dari kepadatan selama penutupan ruas jalan berlangsung.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar