Disiplin Tenaga Medis Dinilai Kurang, Ketua DPRD HST Minta Perbaikan

Disiplin Tenaga Medis Dinilai Kurang, Ketua DPRD HST Minta Perbaikan

Penekanan pada Kedisiplinan dan Peningkatan Kualitas Layanan Puskesmas

Ketua Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Yajid Fahmi, kembali menyoroti pentingnya kedisiplinan tenaga kesehatan serta peningkatan kualitas layanan di Puskesmas. Hal ini disampaikan dalam rapat evaluasi kinerja yang digelar di Gedung DPRD HST. Rapat tersebut dilakukan untuk mengevaluasi berbagai aspek dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Yajid menegaskan bahwa keluhan masyarakat terkait jam pelayanan yang tidak sesuai jadwal harus segera ditindaklanjuti. Ia menilai komitmen waktu adalah wujud kepercayaan publik yang tidak boleh diabaikan. Meskipun banyak tenaga kesehatan sudah bekerja dengan baik, sebagian masih memerlukan pembinaan tegas.

Ia mendorong Dinas Kesehatan memberikan sanksi berjenjang mulai dari teguran hingga penundaan TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) serta mempertimbangkan langkah lebih keras jika pelanggaran terjadi berulang. "Kedisiplinan adalah fondasi layanan kesehatan yang profesional," ujarnya.

Pentingnya Komunikasi Medis yang Jelas

Selain itu, Yazid juga menekankan pentingnya komunikasi medis yang jelas kepada pasien. Penjelasan yang terburu-buru karena kesibukan sering kali membuat masyarakat tidak memahami kondisi maupun tindakan yang dijalani, sehingga memicu keluhan terhadap mutu layanan. Ia menyarankan agar tenaga kesehatan lebih sabar dalam menjelaskan kondisi pasien dan tindakan yang akan diambil.

Minimnya Penggunaan Fingerprint sebagai Alat Kontrol Kehadiran

Dalam evaluasi tersebut, Yajid juga menyampaikan bahwa penggunaan fingerprint sebagai alat kontrol kehadiran masih minim. Dari 19 Puskesmas yang ada, hanya dua yang menerapkan sistem tersebut. Padahal, absensi sidik jari dinilai penting untuk memastikan pengawasan yang objektif.

Ia menilai bahwa penggunaan fingerprint dapat membantu mengurangi kasus kehadiran yang tidak jelas dan meningkatkan akuntabilitas tenaga kesehatan. Sistem ini juga bisa menjadi indikator kedisiplinan yang lebih transparan.

Puskesmas yang Mandiri dan yang Masih Membutuhkan Dukungan

Yazid menyebut beberapa Puskesmas sudah mandiri dalam menjalankan operasionalnya. Namun, sebagian lainnya masih membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk memperbaiki manajemen dan pelayanan. Ia menegaskan bahwa peningkatan disiplin dan mutu layanan harus menjadi prioritas utama agar Puskesmas semakin dipercaya oleh masyarakat.

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah penting perlu diterapkan:

  • Peningkatan Disiplin: Memberikan pembinaan secara berkala kepada tenaga kesehatan agar mereka lebih sadar akan tanggung jawab dan kewajiban dalam menjalankan tugas.
  • Sanksi yang Tegas: Menerapkan sanksi berjenjang untuk mengingatkan tenaga kesehatan yang melanggar aturan.
  • Peningkatan Komunikasi: Melatih tenaga kesehatan agar mampu berkomunikasi dengan jelas dan ramah kepada pasien.
  • Penggunaan Teknologi: Memperluas penggunaan fingerprint sebagai alat kontrol kehadiran untuk meningkatkan akuntabilitas.
  • Dukungan Pemerintah: Memberikan bantuan dan fasilitas yang diperlukan bagi Puskesmas yang masih membutuhkan dukungan.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kualitas layanan di Puskesmas dapat meningkat dan masyarakat semakin percaya terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan