Dividen Interim Bank Mandiri (BMRI) Mendekati Cum Date, Cek Potensi Yieldnya

Pembagian Dividen Bank Mandiri Tbk (BMRI) Memasuki Masa Cum Date

Pembagian dividen PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah memasuki masa cum date. Masa ini menandai tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham agar tetap berhak menerima dividen yang akan dibagikan. Dividen interim tahun buku 2025 akan diberikan sebesar Rp 100 per saham.

Rencana pembagian dividen ini disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris Bank Mandiri pada 18 Desember 2025. Informasi ini diumumkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Batas waktu pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim adalah hingga pukul 16.00 WIB pada 7 Januari 2026.

Harga saham BMRI pada Jumat (2/1/2026) ditutup turun 0,49% di level Rp 5.075 per saham. Dengan acuan harga saham ini, dividen yield BMRI mencapai 1,97%.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyampaikan bahwa total nilai dividen interim yang akan dibagikan diperkirakan mencapai Rp 9 triliun hingga Rp 9,33 triliun. Besaran tersebut dihitung berdasarkan jumlah saham beredar pada recording date, dengan memperhitungkan realisasi pembelian kembali saham (buyback). “Perhitungan nilai dividen ini telah mempertimbangkan realisasi pembelian kembali saham perusahaan hingga recording date,” ujarnya.

Jadwal Pembagian Dividen Interim Bank Mandiri

Berikut jadwal pembagian dividen interim Bank Mandiri:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 5 Januari 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 6 Januari 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 7 Januari 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 8 Januari 2026
  • Recording date (DPS): 7 Januari 2026 pukul 16.00 WIB
  • Pembayaran dividen: 14 Januari 2026

Dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 30 September 2025. Hingga periode tersebut, Bank Mandiri membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 37,73 triliun. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp 214,27 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp 313,84 triliun.

Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Pembagian Dividen

Kinerja keuangan Bank Mandiri selama semester pertama tahun 2025 menjadi dasar utama dalam menentukan besaran dividen yang akan dibagikan. Laba bersih yang dicatat oleh bank ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, yang memberikan ruang bagi pembagian dividen yang lebih besar.

Selain itu, kebijakan buyback saham yang dilakukan oleh Bank Mandiri juga turut memengaruhi perhitungan nilai dividen. Dengan adanya pembelian kembali saham, jumlah saham yang beredar bisa berkurang, sehingga meningkatkan besaran dividen per saham.

Perspektif Investor terhadap Pembagian Dividen

Bagi para investor, pembagian dividen merupakan salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kesehatan keuangan suatu perusahaan. Dividen yang dibagikan secara konsisten menunjukkan bahwa perusahaan memiliki stabilitas finansial yang baik dan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Dalam konteks ini, Bank Mandiri menunjukkan komitmen yang kuat untuk memberikan manfaat kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Meskipun harga saham sempat mengalami penurunan, tingkat yield yang diberikan oleh Bank Mandiri masih tergolong menarik bagi investor.

Kesimpulan

Pembagian dividen interim Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi momen penting bagi para pemegang saham. Dengan jadwal yang telah ditentukan dan besaran dividen yang relatif tinggi, hal ini menunjukkan kinerja keuangan yang stabil dan strategi manajemen yang baik dari pihak perusahaan. Para investor diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk memastikan mereka tetap berhak menerima dividen yang akan dibagikan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan