
Perayaan Kepedulian dan Solidaritas di Masjid Al-Hidayah
Di tengah aktivitas kepolisian yang biasanya penuh kesibukan, suasana Masjid Al-Hidayah di Polres Ciamis terasa berbeda. Seluruh personel dari berbagai satuan berkumpul dalam satu barisan, menunjukkan rasa empati dan solidaritas terhadap para korban bencana banjir di pulau Sumatra.
Mereka berdiri khidmat, menundukkan kepala, dan bersama-sama menunaikan salat gaib untuk para korban bencana tersebut. Bukan sirene kendaraan dinas atau derap langkah patroli yang terdengar, melainkan lantunan doa yang mengalir pelan memenuhi ruangan masjid pada Jumat siang (12/12/2025).
Dalam balutan seragam, para anggota Polres Ciamis menunjukkan sisi lain dari tugas kepolisian yaitu empati dan solidaritas terhadap sesama. Salat gaib ini digelar sebagai bentuk kepedulian Polri atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera (Padang, Aceh, Medan). Di antara barisan jemaah, tampak wajah-wajah serius, beberapa sesekali memejamkan mata lebih lama, seolah mengirimkan doa terbaik untuk mereka yang kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, dan rasa aman akibat bencana tersebut.
Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan. Di baliknya, ada pesan kuat bahwa kepolisian hadir tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan fisik, tetapi juga saat mereka membutuhkan dukungan moral.
Kegiatan ini merupakan ekspresi kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir memberi dukungan, empati, dan doa bagi saudara-saudara kita yang tengah menghadapi bencana, ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai humanis seperti inilah yang menjadi landasan penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian modern. Bahwa setiap anggota Polri tidak hanya bekerja dengan aturan dan strategi, tetapi juga dengan hati.
Bencana di Sumatra menghadirkan duka yang dirasakan hingga berbagai daerah di Indonesia. Kemudian di Ciamis, doa itu mengalir dari sebuah masjid kecil di lingkungan Polres, menyebrangi pulau melalui ikatan sesama anak bangsa.
Bagi para personel, salat ghaib ini menjadi momen kontemplatif. Mereka yang sehari-hari terlibat dalam penegakan hukum, penjagaan kota, dan pengamanan wilayah, seolah diberi waktu sejenak untuk menyadari besarnya ujian yang tengah dihadapi masyarakat di wilayah lain.
Semoga mereka diberi ketabahan. Mudah-mudahan Allah memudahkan dan melindungi mereka, lirih salah seorang anggota setelah sholat usai.
Kegiatan ini mendapat respons hangat dari masyarakat Ciamis. Banyak warga menilai bahwa langkah Polres Ciamis merupakan cerminan sikap empati yang memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Beberapa warga menyampaikan bahwa sholat ghaib semacam ini bukan hanya bentuk doa, melainkan simbol bahwa Polri hadir sebagai bagian dari komunitas yang saling peduli.
Kalau Polri peduli dengan masyarakat lain yang sedang kena musibah, kami merasa lebih tenang. Ada rasa dekat, ada rasa dilindungi, ujar Febri salah satu warga yang mengetahui kegiatan tersebut.
Kegiatan salat ghaib ini menjadi bukti bahwa kepolisian bisa memainkan peran sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Tidak hanya mengayomi, tetapi juga menguatkan. Polres Ciamis menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan akan terus menjadi bagian dari pengabdian mereka. Baik melalui kegiatan operasional maupun melalui aksi solidaritas seperti sholat ghaib, institusi kepolisian ingin memastikan bahwa kehadirannya memberikan ketenangan bagi masyarakat, terutama saat bangsa sedang dirundung duka.
Dan hari itu, di Masjid Al-Hidayah, doa-doa itu terpanjatkan. Pelan tetapi pasti, menembus langit Ciamis menuju saudara-saudara di Sumatra yang sedang berjuang memulihkan hidup mereka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar