
Amalan di Bulan Rajab yang Dianjurkan
Bulan Rajab adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender hijriah yang penuh dengan keberkahan dan kesempatan untuk beribadah. Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan ini adalah membaca doa dan zikir. Berikut beberapa bacaan doa dan zikir yang bisa diamalkan selama bulan Rajab.
Zikir di Tanggal 1-10 Rajab
Pada tanggal 1 hingga 10 Rajab, zikir yang dibaca adalah:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْحَيِّ الْقَيُّومِ
Latin: Subḥānallāhil ḥayyil qayyūm
Artinya: “Maha Suci Allah, Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri (Maha Kekal).”
Zikir ini dibaca sebanyak 100 kali. Dengan membaca zikir ini, kita mengingat sifat-sifat Allah yang sempurna dan memohon perlindungan serta keberkahan dari-Nya.
Zikir di Tanggal 11-20 Rajab
Pada tanggal 11 hingga 20 Rajab, zikir yang dibaca adalah:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ
Latin: Subḥānallāhil Aḥadis Ṣamad
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Esa, Maha Tempat Bergantung segala sesuatu.”
Zikir ini juga dibaca sebanyak 100 kali. Dengan membacanya, kita menyadari bahwa hanya Allah-lah yang layak disembah dan menjadi tempat bergantung bagi seluruh makhluk.
Zikir di Tanggal 21-30 Rajab
Pada tanggal 21 hingga 30 Rajab, zikir yang dibaca adalah:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الرَّؤُوفِ الرَّحِيمِ
Latin: Subḥānallāhir Ra’ūfir Raḥīm
Artinya: “Maha Suci Allah, Yang Maha Penyayang, Maha Pemurah.”
Dengan membaca zikir ini, kita mengingat sifat kasih sayang dan belas kasihan Allah kepada seluruh hamba-Nya.
Istighfar di Pagi dan Sore Hari
Selain zikir, membaca istighfar juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Berikut beberapa contoh istighfar yang bisa dibaca:
Istighfar Pendek
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbi ighfir lī, warḥamnī, wa tub ‘alayya
Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.”
Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma anta Rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mā istaṭa‘tu, a‘ūdhu bika min sharri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya wa abū’u bidhambī faghfir lī fa’innahu lā yaghfiru dh-dhunooba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha menjalankan perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kulakukan. Aku mengakui segala nikmat-Mu padaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah dosaku, karena tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Doa Rasulullah
Doa yang sangat dianjurkan selama bulan Rajab adalah doa Rasulullah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allāhumma bārik lanā fī Rajab wa Sha‘bān wa ballighnā Ramadhān
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Doa ini bersumber dari hadis Nabi Saw. Selain itu, ada hadis yang menyebutkan bahwa ada lima malam di mana doa tidak ditolak, yaitu:
قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيهَا الدُّعَاءُ: أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الفِطْرِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ. (أخرجه السيوطي رحمه الله تعالى في الجامع)
Latin: Qāla Ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam: Khamsu layālin lā turaddu fīhā ad-du‘ā’: awwalu laylatin min Rajab, wa laylatun-niṣfi min Sha‘bān, wa laylatul Jum‘ah, wa laylatul Fiṭr, wa laylatun-Naḥr.
Artinya: “Ada lima malam di mana doa tidak ditolak: malam awal Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar