
Tips Merawat Kulit Bayi untuk Mencegah Iritasi
Dalam sebuah acara talk show Beauty Health “Tips Jitu Merawat Kulit Bayi dari Iritasi”, seorang jurnalis mengajukan pertanyaan terkait kebiasaan memandikan bayi. Pertanyaannya adalah, apakah benar bahwa jarang memandikan bayi lebih baik karena kulitnya rentan iritasi?
Jawaban dari dokter spesialis anak, dr. Hans Natanael, Sp.A., BCCS, CIMI, CBATR, C.HydroT, memberikan penjelasan yang cukup jelas. Menurutnya, cara memandikan bayi harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan bayi.
Kebiasaan Mandi yang Tidak Sehat
dr. Hans Natanael menjelaskan bahwa mandi yang terlalu sering atau menggunakan air hangat secara berlebihan dapat menyebabkan kulit bayi menjadi kering dan rentan iritasi. Hal ini bisa memperburuk kondisi kulit bayi yang sudah sensitif.
Namun, ia juga menekankan bahwa tidak mandi sama sekali atau jarang mandi juga tidak baik. Jika bayi tidak mandi secara teratur, maka kebersihan kulitnya akan berkurang, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan iritasi.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mandi
Menurut dr. Hans Natanael, waktu yang ideal untuk mandi bayi adalah dua kali sehari. Jika bayi hanya mandi kurang dari dua kali dalam sehari, itu bisa dianggap sebagai kebiasaan yang tidak ideal. Namun, jika mandi dilakukan lebih dari dua kali sehari tetapi dengan cara yang tidak tepat, seperti menggunakan air terlalu panas atau sabun yang terlalu keras, hal tersebut juga bisa merusak kulit bayi.
Pentingnya Kebersihan Kulit Bayi
Kulit bayi sangat sensitif dan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kulit bayi merupakan hal yang penting. Namun, kebersihan yang berlebihan juga bisa merugikan. Jadi, keseimbangan antara kebersihan dan perlindungan kulit sangat diperlukan.
Pendidikan dan Sertifikasi Dokter Hans Natanael
dr. Hans Natanael Sp.A, BCCS, CIMI, CBATR, C.HydroT adalah seorang dokter spesialis anak yang aktif dalam memberikan informasi kesehatan anak melalui media sosial. Ia juga sering menjadi narasumber dalam berbagai acara kesehatan.
Pendidikannya mencakup SMA Dian Harapan, Cikarang lulus pada tahun 2010. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, dan lulus sebagai Sarjana Kedokteran pada tahun 2014 serta Profesi Dokter pada tahun 2016.
Ia juga menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sam Ratulangi / RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, pada tahun 2023.
Sertifikasi yang Dimiliki
dr. Hans Natanael memiliki beberapa sertifikasi yang menunjukkan kompetensinya dalam bidang kesehatan anak. Beberapa di antaranya adalah:
- The Board Certified Cognitive Specialis (BCCS) di International Board of Credentialing and Continuing Education Standards, lulus tahun 2023.
- Certified Infant Massage Instructor (CIMI) di The International Association of Infant Massage (IAIM), Perkumpulan Instruktur Pijat Bayi Indonesia (Perpibi), lulus tahun 2023.
- Baby Spa – Basic & Advance (CBTR dan CBATR) di Griya Sehat Indonesia, Perkumpulan Spa Bayi Bunda Indonesia, lulus tahun 2023.
- Certified Hydrotherapist (C.HydroT) di Association Aquatic of Sport Medicine(AASM), Neuro Sensory Institute & Hydrotherapy ID-UK-US, lulus tahun 2023.
- Indonesian Breastfeeding Course for Clinicans (Konselor Laktasi) di Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang DKI Jakarta, lulus tahun 2023.
- Konselor PMBA (Pemberi Makan Bayi & Anak) di Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), lulus tahun 2023.
Kesimpulan
Mandi yang terlalu sering atau terlalu jarang sama-sama tidak baik bagi kulit bayi. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan dan memastikan cara mandi yang sesuai dengan kondisi kulit bayi. Dengan demikian, risiko iritasi dan infeksi bisa diminimalkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar