Apakah Usia Memengaruhi Jumlah Sel Telur?
Seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur pada wanita memang akan mengalami penurunan. Hal ini merupakan proses alami yang terjadi dalam tubuh manusia. Menurut dr. Ira Syahriati, Sp.OG dari RS Kasih Ibu Solo, jumlah sel telur paling banyak terjadi pada awal masa menstruasi. Namun, seiring waktu, jumlah sel telur tersebut akan berkurang secara bertahap.
Puncak penurunan jumlah sel telur biasanya terjadi ketika seseorang mencapai usia 35 tahun. Pada usia tersebut, jumlah sel telur akan menurun secara signifikan. Dan ketika usia melewati 40 tahun, jumlah sel telur akan sangat berkurang. Kondisi ini juga berdampak pada tingkat keberhasilan kehamilan secara alami. Semakin rendah jumlah sel telur, semakin kecil peluang untuk berhasil hamil.
Bagi pasangan yang sudah menikah dan ingin memiliki anak, penting untuk mempertimbangkan usia saat merencanakan kehamilan. Terlebih bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun, disarankan agar tidak terlalu menunda kehamilan, karena risiko kesulitan dalam proses reproduksi meningkat.
Apa Itu Sel Telur?
Sel telur, atau dikenal juga dengan istilah ovum, adalah sel reproduksi yang diproduksi, disimpan, dan dilepaskan oleh ovarium (indung telur) pada wanita. Sel telur memiliki peran penting dalam sistem reproduksi dan proses kehamilan. Fungsinya adalah menyimpan dan membawa materi genetik atau DNA dari wanita.
Sel telur juga menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan tingkat kesuburan wanita. Proses pembuahan terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma. Tanpa sel telur yang sehat dan cukup jumlahnya, proses pembuahan dan kehamilan akan sulit tercapai.

Profil Dokter Ira Syahriati, Sp.OG
dr. Ira Syahriati, Sp.OG adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di RS Kasih Ibu Solo. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Instalasi Kamar Bersalin serta Manajer Pelayanan Medis di rumah sakit tersebut.
Dalam praktik klinisnya, dr. Ira melayani berbagai layanan kesehatan reproduksi, seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan, konsultasi kesehatan reproduksi, dan pelayanan keluarga berencana. Tiga tahun terakhir, ia fokus pada bidang infertilitas sebagai bagian dari pengembangan klinik bayi tabung (IVF) di RS Kasih Ibu Solo.
Riwayat Karier dr. Ira Syahriati
- Dokter umum PTT PUSKESMAS MATESIH, kabupaten Karanganyar (sampai tahun 2001)
- Dokter umum RS TRIHARSI SOLO (sampai tahun 2001)
- Dokter Spesialis Obgin FULLTIMER RS ISLAM KLATEN (2007–2009)
- Dokter Spesialis Obgin fulltimer RS KASIH IBU SOLO (sejak 2009 hingga saat ini)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar