
Anak-anak Rentan Terkena Flu Saat Perubahan Cuaca
Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), anak-anak menjadi kelompok yang lebih rentan terkena flu seiring perubahan cuaca. Perubahan iklim ini bisa memicu penurunan daya tahan tubuh, sehingga membuat anak mudah terserang flu. Flu adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan bagian atas, seperti hidung, rongga mulut, dan tenggorokan.
Anak-anak termasuk ke dalam kelompok yang lebih rentan mengalami gejala yang lebih berat dibandingkan orang dewasa. Meskipun gejalanya mirip, seperti demam, pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan, pada anak, gejala bisa lebih parah karena sistem imun mereka masih berkembang. Hal ini menjadikan anak lebih rentan mengalami komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat.
Penularan virus influenza terjadi sangat mudah melalui droplet. Virus dapat menyebar saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, kontak fisik dengan permukaan benda yang terkontaminasi juga bisa menjadi jalur penularan. Kondisi ini membuat flu cepat menyebar, terutama di lingkungan dengan interaksi intens seperti rumah dan sekolah.
Sayangnya, flu sering disalahartikan sebagai pilek biasa. Padahal, flu merupakan salah satu penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak. Selain virus influenza, ada juga virus lain seperti rhinovirus atau RSV yang bisa menyebabkan ISPA. Meskipun gejalanya sekilas mirip, flu umumnya ditandai dengan demam tinggi sejak awal. Demam bisa mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius. Pileknya dapat bertahan selama sekitar tujuh hari, sedangkan batuk biasanya berlangsung tiga hingga empat hari.
Anak dengan usia lebih muda, bayi prematur, anak dengan status gizi kurang, imunisasi tidak lengkap, serta anak dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting untuk menjaga kesehatan anak.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menekan risiko flu pada anak:
- Menggunakan masker saat sakit
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
- Memastikan asupan nutrisi anak tetap seimbang agar daya tahan tubuh tetap kuat
Selain itu, imunisasi juga menjadi bagian penting dari pencegahan. Vaksin influenza sudah tersedia dan dapat diberikan pada anak sejak usia enam bulan. Orang tua disarankan untuk memastikan anak mendapatkan vaksinasi secara lengkap sesuai jadwal.
Orang tua juga perlu peka terhadap kondisi anak. Jika muncul tanda bahaya seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, anak tampak lemas, malas minum, atau menunjukkan gejala pernapasan yang memberat, segera bawa ke dokter. Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pencegahan bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan kesadaran dan langkah-langkah yang tepat, risiko flu pada anak dapat diminimalkan. Dengan begitu, anak akan lebih aman dan nyaman menjalani masa liburan Nataru tanpa khawatir terkena flu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar