Aksi Kemanusiaan Bonek: Donasi Banjir dan Longsor Sumatera Tembus Rp 122 Juta
Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh komunitas suporter Persebaya Surabaya, Bonek, kembali menarik perhatian publik. Dalam upaya membantu korban banjir dan longsor di Sumatera, Bonek menunjukkan solidaritas tanpa batas melalui berbagai inisiatif kemanusiaan. Gerakan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap sesama, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara anggota komunitas.
Inisiatif BDRT dalam Menggalang Dana
Aksi solidaritas ini diinisiasi oleh Bonek Disaster Rescue Team (BDRT), sebuah komunitas kemanusiaan yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. BDRT menggalang dana melalui dua jalur utama, yaitu donasi langsung di posko dan transfer melalui bank. Seluruh perkembangan donasi disampaikan secara transparan melalui akun Instagram resmi @bdrt.27. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik serta memberikan pertanggungjawaban kepada para donatur.
Dalam unggahan terbarunya, BDRT mempublikasikan rekapitulasi donasi terbaru. Pembaruan tersebut mencakup data dari Kamis, 11 Desember 2025 pukul 21.00 WIB hingga Jumat, 12 Desember 2025 pukul 21.00 WIB. Donasi via transfer tercatat sebesar Rp 4.075.954, sementara donasi yang masuk melalui posko mencapai Rp 10.756.000. Total donasi pada periode tersebut mencapai Rp 14.831.954. Secara keseluruhan, jumlah donasi sementara telah menembus angka Rp 122.899.964.
Apresiasi dan Doa dari BDRT
BDRT menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh masyarakat. Mereka juga menyertakan doa penuh harap bagi para donatur. “Setiap bantuan yang diberikan insyaAllah menjadi amal jariyah yang tidak terputus,” tulis BDRT dalam unggahannya. Di akhir unggahan, mereka juga berharap agar Allah membalas dengan keberkahan dan kebaikan yang lebih besar.
Daftar donasi juga ditampilkan secara terbuka dalam unggahan tersebut. Donasi via transfer datang dari berbagai nama dan komunitas Bonek dengan nominal beragam. Beberapa di antaranya tercatat atas nama Bonek Berantakan, Hamdani Romadhani, Moh. Ridho Maulidi, Muhamad Ilham D., Adimas Fajar Shodiq, hingga Yudha Mustopo. Nominal donasi berkisar dari puluhan ribu rupiah hingga lebih dari satu juta rupiah.
Kontribusi Terbesar dari Curva Boys 1967
Dari jalur posko, Curva Boys 1967 dari suporter Persela Lamongan tercatat berhasil menggalang dana sebesar Rp 10.756.000. Donasi tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pembaruan rekap kali ini. Respons positif langsung datang dari sesama Bonek. Kolom komentar dipenuhi oleh ungkapan kagum dan dukungan moral.
Salah satu komentar yang menyentuh adalah, “Angka bukanlah mutlak tapi keikhlasan dari dulur bonek itu yang buat kami kagum.” Komentar lain bernada doa dan harapan juga bermunculan. “Panjang umur hal-hal baik,” tulis salah satu akun di kolom komentar. Ada pula komentar singkat namun penuh makna khas Bonek, seperti “Suanggar.”
Solidaritas Tanpa Batas
Respons tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional di antara anggota komunitas. Solidaritas Bonek tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari semangat kebersamaan. Aksi ini kembali menegaskan wajah lain suporter sepak bola. Di luar stadion, Bonek hadir sebagai kekuatan sosial yang bergerak nyata.
Bagi Bonek, solidaritas tidak mengenal batas wilayah. Jarak antara Surabaya dan Sumatera bukan halangan untuk saling membantu. Gerakan kemanusiaan ini juga memperlihatkan kuatnya jaringan komunitas suporter. Individu dan kelompok bergerak bersama dengan satu tujuan mulia.
Total donasi yang telah menembus Rp 122 juta menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong. Angka tersebut lahir dari keikhlasan ribuan tangan yang tergerak. Melalui BDRT, Bonek terus menjaga konsistensi aksi sosial. Transparansi dan keterbukaan membuat kepercayaan publik tetap terjaga.
Solidaritas tanpa batas yang ditunjukkan suporter Persebaya Surabaya kembali memberi pelajaran berharga. Di tengah bencana, kepedulian kolektif selalu menghadirkan harapan.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar