Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, Pemkot Tangsel Perkuat Layanan dan Ketahanan Kota

Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, Pemkot Tangsel Perkuat Layanan dan Ketahanan Kota

Pemkot Tangsel Percepat Pembangunan Infrastruktur untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Warga

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai upaya memperkuat ketahanan kota dan meningkatkan kualitas hidup warga. Langkah tersebut sejalan dengan misi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan untuk membangun kota yang berketahanan, terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Benyamin menegaskan bahwa seluruh pembangunan dilakukan bertahap dan berkelanjutan sesuai aspirasi masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Benyamin dalam keterangan tertulis yang diterima aiotrade, Selasa (9/12/2025).

Salah satu prioritas Pemkot Tangsel adalah pengendalian banjir. Tahun ini, penanganan dilakukan melalui pembangunan dan rehabilitasi saluran drainase, penataan sungai di 35 titik, pembangunan 13 kolam retensi, dan long storage di lima lokasi. Selain itu, 35 unit rumah pompa dibangun serta drainase kota ditata sepanjang 24,36 kilometer (km). Untuk 2026 direncanakan akan dibangun kolam retensi atau long-storage di delapan lokasi, pembangunan tanggul sungai atau pengendalian banjir di 11 lokasi, pembangunan stasiun rumah pompa banjir di enam lokasi dan pembangunan serta rehabilitasi saluran drainase kota.

Program Tangsel Terang Dilanjutkan

Pemkot Tangsel juga melanjutkan program Tangsel Terang yang memasang 1.441 titik lampu penerangan baru sepanjang 2025, melengkapi lebih dari 10.100 titik yang sudah terpasang sejak 2024. Targetnya, jumlah titik penerangan mencapai 15.000 titik pada 2029.

Di sektor konektivitas, pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang 225 km pada 2025, disertai pembangunan delapan jembatan baru. “Pembangunan infrastruktur mendorong stabilitas dan kemajuan ekonomi Kota Tangsel,” ujar Benyamin.

Pengelolaan sampah juga diperkuat dari hulu melalui pemanfaatan 38 tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS3R), satu Intermediate Treatment Facility (ITF), 279 bank sampah, dan 120 rumah maggot di empat kecamatan. Selain itu, pemkot Tangsel turut mendorong kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Revitalisasi Ruang Publik dan Penataan Kawasan Kumuh

Di sisi ruang publik, Pemkot Tangsel melakukan pemeliharaan 13 taman lingkungan dan 13 taman koridor jalan utama, serta revitalisasi taman besar seperti Alun-alun Pondok Aren, Pamulang, dan Ciputat Timur. Penataan kawasan kumuh seluas 11,37 hektar (ha) juga dilakukan, sehingga total 63,38 ha tertata sejak 2021 hingga Juli 2025.

Sarana sanitasi juga ditingkatkan melalui pembangunan sarana air bersih dan tangki septik di 1.000 titik, serta rehabilitasi 388 rumah tidak layak huni. Total sebanyak 1.691 rumah telah diperbaiki sejak 2021. Pemkot Tangsel juga melanjutkan berbagai program berbasis komunitas, termasuk RW Mandiri Tahan Pangan (RW Mantap) yang mendorong ketahanan pangan melalui urban farming di tingkat warga.

Perluasan Penataan Kampung Tematik

Penataan kampung tematik juga diperluas, seperti kampung hortikultura di Jombang dan Ciputat, kampung anggrek dan kampung budaya pencak silat di Pondok Benda dan Pamulang, hingga kampung sepeda Koweri Bike Park di Parigi dan Pondok Aren serta kampung sepeda JPG di Lengkong Gudang Timur dan Serpong.

Di sektor permukiman, Pemkot Tangsel membangun kembali 26 unit rumah bagi korban bencana, serta menambah sarana penunjang seperti 16 balai warga dan 28 gapura. Sanitasi layak juga disediakan di 230 RT yang menjangkau 920 warga. Sementara untuk ruang publik diperluas melalui pembangunan Alun-alun Ciputat Timur sebagai pusat interaksi warga.

Fasilitas Olahraga dan Kesehatan Ditingkatkan

Fasilitas olahraga turut dibangun dan ditingkatkan, mulai dari lapangan softball di Alam Sutera, fasilitas olahraga Pamulang Community Center, hingga lapangan petanque di Parigi. Di bidang kesehatan, 43 posyandu diperbaiki untuk memperkuat layanan kesehatan dasar.

“Selama 17 tahun Kota Tangsel, kami semua telah berupaya untuk menjalankan peran kami masing masing dalam membangun, menata dan memajukan kota Tangsel. Ke depan, kolaborasi, sinergi dan kerja sama yang telah dilakukan, harus terus kami tingkatkan,” jelas Benyamin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan