Dorong Pembangunan 2026, Pemkab OKI Perjuangkan Listrik dan Jalan Lingkar Kota

Dorong Pembangunan 2026, Pemkab OKI Perjuangkan Listrik dan Jalan Lingkar Kota

Potensi Besar OKI untuk Pembangunan 2026

Ogan Komering Ilir (OKI), yang merupakan wilayah terluas di Sumatera Selatan, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan. Dengan jumlah penduduk sekitar 800.000 jiwa, daerah ini menjadi salah satu pusat ekonomi yang penting di provinsi tersebut. Muchendi Mahzareki, tokoh masyarakat yang aktif dalam pembangunan, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap adanya lompatan pembangunan di tahun 2026.

Menurut Muchendi, pembangunan yang lebih cepat dan efisien membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian PPN/Bappenas. Ia menekankan bahwa pemerintah kabupaten (Pemkab) OKI telah memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, serta penguatan 326 Koperasi Merah Putih.

Namun, ia juga menyampaikan bahwa infrastruktur yang belum memadai sering kali menjadi hambatan dalam pelaksanaan agenda nasional. "Wilayah kami terluas di Sumatera, dengan penduduk 800.000 jiwa dan ekonomi ditopang oleh pertanian, perkebunan, serta perikanan. Dengan potensi itu, dukungan pusat sangat menentukan percepatan pembangunan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (12/12/2025).

Pengembangan Kawasan Perikanan dan Pangan

Beberapa usulan prioritas yang diajukan mencakup pengembangan kawasan perikanan Pantai Timur melalui pembangunan kampung nelayan merah putih, penyediaan listrik, serta dermaga pengumpan. Di kawasan perkotaan Kayuagung, pihaknya meminta agar dilakukan pembangunan jalan lingkar, pengolahan sampah terpadu, dan jaringan gas perkotaan.

Di sektor pangan, OKI mengajukan program seperti listrik masuk sawah, padi apung, pompanisasi, serta pelestarian kerbau rawa Pampangan. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sungai Baung yang didukung keberadaan PT OKI Pulp & Paper Mills. Usulan ini mencakup pembangunan pasar, pelabuhan sungai, jalan poros, storage air bersih, dan normalisasi kanal.

Peningkatan Sektor Kesehatan dan Pariwisata

Sektor kesehatan juga menjadi fokus dalam pengajuan. Muchendi mengusulkan penambahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Pampangan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, sektor pariwisata juga mendapat perhatian, dengan pengajuan pengembangan agrowisata di wilayah Kecamatan Teluk Gelam.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menyambut baik usulan tersebut. Ia akan mengoordinasikan dukungan lintas kementerian agar pembangunan OKI dapat masuk dalam penganggaran mulai 2026. "OKI punya peluang besar maju jika potensinya difokuskan dan disinkronkan dengan program pemerintah pusat," ujarnya.

Strategi Pendanaan dan Kolaborasi

Menurut Pambudy, dengan potensi besar dan kepemimpinan yang aktif menjemput dukungan pusat, OKI memiliki peluang kuat melakukan lompatan pembangunan. Ia menekankan pentingnya penurunan transfer ke daerah (TKD) yang menuntut pemerintah daerah lebih agresif meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini bisa dilakukan dengan menggandeng dunia usaha, termasuk lewat skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan