Dosen Yudharta Ajak UMKM Batik Canting Cantik Diversifikasi Produk

Program Pengabdian Masyarakat yang Mengembangkan Batik Ramah Lingkungan

Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) meluncurkan program pengabdian masyarakat dengan judul "Pemberdayaan UMKM Batik Canting Cantik melalui Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan dan Pemasaran Digital." Program ini bertujuan untuk mengembangkan produk batik ramah lingkungan berbasis teknik eco-print serta memanfaatkan teknologi tepat guna dalam proses produksi.

Program ini bekerja sama dengan kelompok batik lokal Canting Cantik yang berlokasi di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM batik di era industri hijau dengan menggabungkan aspek manajerial, teknologis, dan inovatif.

Kolaborasi Lintas Disiplin

Program ini dipimpin oleh Antin Rakhmawati, S.Sos., M.AB., dari Program Studi Administrasi Bisnis, bersama tim dosen lintas disiplin, yakni Wisma Soedarmadji, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Mesin, dan Khoirul Huda, S.H., M.Hum. dari Program Studi Administrasi Bisnis. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan pada UMKM batik.

Menurut Antin Rakhmawati, kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya perajin batik tradisional yang masih bergantung pada bahan kimia sintetis dan proses manual yang tidak efisien. Ia menilai bahwa ada potensi besar dari UMKM batik lokal di Pasuruan, khususnya kelompok Canting Cantik yang memiliki semangat tinggi untuk berinovasi.

Teknik Eco-Print dan Pelatihan

Tim dosen memperkenalkan teknik eco-print, yaitu metode pewarnaan alami dengan memanfaatkan daun, bunga, dan ranting untuk menghasilkan motif unik tanpa bahan kimia berbahaya. Teknik ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi serta daya jual yang semakin diminati pasar global.

Pelatihan eco-print dilakukan selama dua hari di Malang Creative Center, diikuti oleh 20 anggota kelompok batik. Hari pertama fokus pada sosialisasi dan pengenalan konsep eco-print mulai dari pemilihan bahan alami hingga teknik penataan daun di atas kain. Hari kedua difokuskan pada praktik langsung dan proses pewarnaan menggunakan alat steamer khusus yang dikembangkan oleh tim pengabdian ini.

Alat Pendukung Produksi

Salah satu capaian penting dari program ini adalah terciptanya dua alat utama yang membantu efisiensi proses produksi, yaitu Eco-Print Batik Steamer dan Batik Dryer hemat energi.

Eco-Print Batik Steamer dirancang untuk mengoptimalkan proses ekstraksi pewarna alami ke dalam kain melalui sistem pemanasan uap. Alat ini terbuat dari bahan Stainless Steel 304 dengan kapasitas 20 lembar kain per proses dan suhu operasi antara 80–100°C. Steamernya memastikan warna alami terserap sempurna tanpa merusak serat kain.

Sementara itu, Batik Dryer dirancang sebagai solusi untuk mempercepat proses pengeringan batik tanpa tergantung pada kondisi cuaca. Alat ini dibuat dari besi galvanis dengan rak aluminium, menggunakan blower pemanas 220V dengan rentang suhu 30–40°C, serta dilengkapi pengatur suhu otomatis dan sistem timer.

Perubahan Signifikan dalam Produksi

Setelah penerapan teknologi tersebut, kelompok Batik Canting Cantik merasakan perubahan signifikan dalam proses produksi mereka. Berdasarkan hasil evaluasi, efisiensi waktu meningkat hingga 50 persen, dan produktivitas kelompok naik sekitar 30 persen. Selain itu, kualitas warna pada batik eco-print menjadi lebih tajam dan tahan lama.

Transformasi Digital dan Strategi Pemasaran

Tak hanya di sisi produksi, tim juga mendampingi mitra dalam transformasi digital dan strategi pemasaran modern. Dosen Administrasi Bisnis, Khoirul Huda, menjelaskan bahwa pelaku UMKM kini mulai aktif memanfaatkan platform digital seperti TikTok, Instagram, dan Tokopedia melalui akun resmi “Batik Canting Cantik.”

Khoirul menambahkan bahwa penjualan daring meningkat sekitar 20 persen, dan citra merek mereka lebih modern serta dikenal luas. Selain itu, desain kemasan produk juga turut diperbarui agar lebih menarik, berkarakter, dan sesuai dengan tren pasar nasional.

Pameran Hasil Inovasi

Sebagai puncak kegiatan, Universitas Yudharta Pasuruan bersama kelompok Batik Canting Cantik memamerkan hasil inovasi batiknya pada pekan Car Free Day di kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman antarperajin batik dalam menerapkan prinsip produksi berkelanjutan.

Publikasi dan Dokumentasi

Sebagai bagian dari luaran ilmiah, tim pengabdian telah menyiapkan artikel berjudul “Green Innovation as a Strategy for Empowering Batik MSMEs: Improving Productivity and Diversification toward Sustainable Green Industry in Pasuruan Regency” di jurnal nasional terindeks SINTA 3, Amalee: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, berita di media massa online dan dokumentasi video telah pada kanal resmi YouTube Universitas Yudharta Pasuruan.

Program ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan UMKM dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna dan inovasi berkelanjutan. Ke depan, tim dosen Universitas Yudharta Pasuruan berencana melanjutkan program ini dengan fokus pada penguatan kapasitas teknologi, inovasi desain produk eco-print, serta ekspansi pemasaran digital ke pasar nasional dan internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan