DPD I Selesaikan Persoalan Musda Golkar Tolitoli dan Donggala Akhir Januari

DPD I Selesaikan Persoalan Musda Golkar Tolitoli dan Donggala Akhir Januari

Persoalan Pemilihan Ketua DPD II Golkar Tolitoli dan Donggala

Polemik yang terjadi di tingkat DPD II Partai Golkar Kabupaten Tolitoli dan Donggala, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian serius bagi DPD I Partai Golkar Sulteng. Wakil Ketua Bidang Informatika, Media, dan Penggalangan Opini Golkar Sulteng, Farid Djavar Nasar, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penghentian permasalahan tersebut pada pertengahan Januari 2026.

"Belum ada titik temu di antara kader tingkat dua soal siapa jadi ketua. Tapi kami targetkan Tolitoli dan Donggala pertengahan Januari ini selesai," ujar Farid Djavar Nasar dalam wawancara dengan nurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026).

Farid menjelaskan bahwa Musda Golkar Tolitoli dan Donggala akan berlangsung di DPD I dengan tetap menjaga prinsip demokrasi. Suara dari kader di tingkat kecamatan akan menjadi penentu figur yang akan menjadi ketua.

"Jadi forum tetap milik kecamatan. Tapi peta figur belum tentu yang kemarin. Tergantung maunya DPD II," tambahnya.

Sebelumnya, Musda Partai Golkar di Sulawesi Tengah telah berakhir, namun masih tersisa dua dari 13 daerah yang belum dapat menetapkan pucuk pimpinan tertinggi partai level kabupaten. Kedua daerah tersebut adalah DPD Golkar Tolitoli dan Donggala.

Musda DPD II Golkar Tolitoli sejatinya sudah berlangsung, namun berakhir ricuh. Akibatnya, DPD I Golkar Sulteng menunda forum tersebut hingga waktu yang belum ditentukan. Sementara itu, Musda Golkar Donggala belum terlaksana karena belum adanya kesempatan.

Adapun Musda Golkar di 11 daerah lainnya berjalan mulus tanpa kendala signifikan. Berikut adalah daftar Ketua DPD II Golkar di Sulteng periode 2029-2030:

  • Golkar Palu: Muhlis U Aca
  • Golkar Sigi: Rizal Intjenae
  • Golkar Parigi Moutong: Erwin Burasi
  • Golkar Poso: Darmawan Lyanto
  • Golkar Tojo Una-una: Ilham Lawidu
  • Golkar Morowali: Iksan Baharudin Abdul Rauf
  • Golkar Morowali Utara: Warda Dg Mamala
  • Golkar Buol: Srikandi Batalipu
  • Golkar Banggai: Beniyanto Tamoreka
  • Golkar Kabupaten Banggai Kepulauan: Suhardin Sabalino
  • Golkar Kabupaten Banggai Laut: Christopel Tanus

Proses Pemilihan Ketua dan Tantangan yang Dihadapi

Proses pemilihan ketua di tingkat DPD II Golkar membutuhkan koordinasi yang baik antara DPD I dan DPD II. Dalam hal ini, DPD I bertugas sebagai pengawas sekaligus penyelenggara musyawarah daerah. Namun, proses ini tidak selalu berjalan lancar, seperti yang terjadi di Tolitoli dan Donggala.

Di Tolitoli, Musda yang seharusnya menjadi momen penting untuk menentukan kepemimpinan partai berjalan tidak harmonis. Hal ini memicu penundaan sementara oleh DPD I. Sementara itu, di Donggala, Musda belum bisa dilakukan karena belum ada kesempatan yang tepat.

Dalam konteks yang lebih luas, pemilihan ketua DPD II Golkar merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan partai. Dengan adanya proses demokratis, harapan besar diarahkan kepada kader-kader muda yang mampu membawa partai ke arah yang lebih progresif.

Peran Kader Tingkat Kecamatan

Salah satu aspek penting dalam pemilihan ketua DPD II adalah peran kader tingkat kecamatan. Mereka dianggap sebagai pelaku utama dalam menentukan figur yang layak memimpin. Meskipun DPD I memiliki tanggung jawab dalam mengatur proses, keputusan akhir tetap bergantung pada suara kader di tingkat bawah.

Farid Djavar Nasar menekankan bahwa meski forum diadakan di DPD I, hasilnya tetap harus mencerminkan aspirasi kader di kecamatan. "Forum tetap milik kecamatan. Tapi peta figur belum tentu yang kemarin. Tergantung maunya DPD II," ujarnya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan partai dapat lebih dekat dengan rakyat dan mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan