DPD PDIP Sumut Bantu Korban Bencana Sibolga-Tapteng dan Taput

DPD PDIP Sumut Bantu Korban Bencana Sibolga-Tapteng dan Taput

Kegiatan Solidaritas PDI Perjuangan Sumut untuk Korban Bencana

Halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara di Medan, Minggu pagi (30/11/2025) menjadi pusat kegiatan solidaritas yang luar biasa. Para kader partai sibuk mengangkat karung beras, menyusun minyak goreng, menata selimut, dan mempersiapkan paket-paket bantuan. Truk di halaman menunggu dengan kesabaran, seolah memahami bahwa setiap menit sangat berarti bagi ribuan warga di Sibolga dan Tapanuli Tengah yang kini hidup dalam kepungan lumpur dan longsoran tanah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs. Rapidin Simbolon, MM sekaligus anggota Komisi XIII DPR RI ini, memastikan langsung kelancaran proses distribusi bantuan. Ia memburu waktu agar bantuan bisa secepatnya sampai kepada korban bencana.

“Banyak keluarga di Sibolga dan Tapteng sedang kesulitan makanan. Kita tak bisa menunggu,” ucapnya pelan, namun tegas.

Sekretaris DPD, Sutarto, M.Si, fokus pada daftar distribusi desa demi desa. Tidak ada satu titik pun yang boleh terlewat. Ia menegaskan bahwa sore itu juga, bantuan harus bergerak.

“Semoga sedikit meringankan saudara-saudara kita di sana. Kita ingin mereka tetap kuat,” katanya.

Ribuan paket sembako telah disiapkan sesuai laporan dari posko lapangan. Ada beras, minyak goreng, gula, mie instan, hingga obat dan perlengkapan dasar yang tak sempat diselamatkan saat banjir datang. Setiap paket terasa seperti pesan kecil dari Medan: kalian tidak sendirian.

Truk pertama mulai bergerak perlahan keluar halaman. Para kader menghentikan pekerjaan sejenak, memastikan muatan aman. Tidak ada spanduk pelepasan, tidak ada tepuk tangan. Yang ada hanyalah keheningan singkat semacam doa tanpa suara.

“Bencana ini menampar banyak hal,” ujar Rapidin. “Bantuan ini mungkin tak menjawab semuanya, tapi bisa membuat mereka bertahan,” kata Rapidin lagi.

Rapat Khusus untuk Merespons Bencana

Sementara itu, menurut Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Bidang Politik Sutrisno Pangaribuan ST, suasana serupa terasa di ruang rapat DPD PDI Perjuangan Sumut, pada Rabu 26 November 2025. Para pengurus menggelar pertemuan khusus untuk menilai dan merespons rangkaian bencana yang telah merenggut sedikitnya 17 nyawa di berbagai daerah Tapteng, Tapsel, Madina, Sibolga, Nias, Langkat hingga Gunung Sitoli.

"Keprihatinan kita meluas, bukan hanya pada korban, tetapi pada akar masalah yang lebih dalam,"ujarnya.

Menurut Sutrisno, bencana ini sebagai sinyal keras perubahan ekologi, sebuah peringatan bahwa alam tak lagi seimbang. Dari sana lahir seruan agar seluruh warga berdoa untuk pemulihan alam, sembari menguatkan gotong royong sebagai penopang pertama ketika negara diuji.

Rapat itu juga memutuskan bahwa seluruh kantor partai di wilayah bencana harus berubah fungsi menjadi dapur umum, posko informasi, pusat pendataan korban, dan tempat berlindung bagi keluarga yang kehilangan rumah. Bantuan pangan, pakaian, selimut, obat-obatan dikumpulkan dari kader, legislatif, eksekutif, hingga simpatisan partai.

Dalam pembicaraan, muncul pula dorongan agar pemerintah mempercepat perbaikan akses transportasi, komunikasi, dan layanan dasar. Ada pula seruan agar pusat mengambil alih penanganan bencana sebagai respons nasional, mengingat kerusakan yang meluas dan koordinasi yang makin mendesak.

Di balik itu, Sutrisno menuntut investigasi serius atas tata kelola hutan dan lahan yang belakangan kian longgar mulai dari tebang liar hingga tambang ilegal yang merusak keseimbangan alam. Daerah yang terisolasi diminta segera dibuka lewat jalur udara. Kata Sutrisno, PDI Perjuangan Sumut mendesak TNI AU mengoperasikan Hercules atau helikopter Puma untuk menembus wilayah-wilayah yang tak bisa dicapai lewat jalur darat.

Penutupan Rapat dengan Semangat Tinggi

Dalam arahannya secara daring, Rapidin menutup rapat dengan kalimat yang membuat ruangan sesaat hening. “Pastikan bantuan tiba dalam dua hari. Kita gunakan seluruh sumber daya. Warga di sana sedang menunggu negara hadir,” kata Rapidin.

Siang itu, truk-truk bantuan dari Medan melaju menuju barat, menyusuri jalanan yang sebagian masih basah oleh hujan semalam. Di halaman kantor DPD, para kader kembali ke tumpukan logistik yang belum tersentuh.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan