
Peringatan Anggota DPRD Jakarta terhadap Ancaman Banjir Musim Hujan
JAKARTA Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hardiyanto Kenneth, memberikan peringatan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur penanganan banjir agar Jakarta tidak kembali mengalami genangan setiap tahun.
Kenneth menjelaskan bahwa infrastruktur bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga keselamatan warga. Menurutnya, infrastruktur ini harus segera diperbaiki agar bisa mencegah banjir dari hulu hingga hilir.
- "Infrastruktur itu bukan sekadar bangunan fisik. Ini bentuk komitmen jangka panjang untuk menjaga keselamatan warga. Ini harus dibenahi segera jika kita ingin cegah banjir dari hulu hingga hilir," ujar Kenneth saat dikonfirmasi.
Pentingnya Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir
Kenneth menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Ia menilai bahwa masalah genangan yang terus muncul menunjukkan bahwa banyak hal sebenarnya dapat dicegah sejak awal.
- Ia menyebutkan bahwa normalisasi dan naturalisasi sungai perlu dijalankan, sistem drainase harus ditata ulang, serta seluruh pompa air stasioner maupun mobile dalam kondisi optimal.
- "Banyak kawasan padat yang saluran air kecilnya tersumbat atau ukurannya tidak cukup. Kondisi ini harus segera diperbaiki," kata Kenneth.
Ancaman Banjir Rob di Wilayah Pesisir Jakarta
Selain itu, Kenneth juga menyoroti wilayah pesisir Jakarta yang semakin rentan terhadap banjir rob akibat penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, terdapat 19 RT dan dua ruas jalan di wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara yang tergenang banjir rob pada Sabtu (6/12/2025) pukul 15.00 WIB.
Ketinggian air yang merendam kawasan tersebut bervariasi mulai dari 10 hingga 60 sentimeter. Dengan situasi ini, Kenneth mengingatkan bahwa penguatan turap dan perbaikan tanggul laut tidak boleh ditunda.
- "Wilayah seperti Muara Baru, Muara Angke, dan Penjaringan hidup dalam risiko harian. Tanggul laut harus diperkuat," ujarnya.
Kolaborasi dalam Penanganan Banjir
Adapun penanganan banjir, termasuk rob di Jakarta disebut tidak bisa dikerjakan oleh satu instansi saja. Kenneth menekankan perlunya koordinasi antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat.
- "Program jangan berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Penanganan banjir butuh kesinambungan," tutupnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar