
Makanan Berkarbohidrat Bisa Bantu Meredakan Stres
Makanan berkarbohidrat ternyata memiliki peran penting dalam membantu seseorang meredakan stres. Hal ini diungkapkan oleh dr Zaidul Akbar, seorang ahli gizi dan pakar kesehatan alami, melalui penelitiannya yang dibagikan di akun Instagram pribadinya.
Menurut dr Zaidul Akbar, saat seseorang sedang menghadapi stres atau tekanan emosional, tubuh secara alami mencari cara untuk menenangkan diri. Salah satu caranya adalah melalui makanan, terutama yang mengandung karbohidrat dan lemak. Ia menjelaskan bahwa banyak orang cenderung makan lebih banyak ketika sedang stres, termasuk makanan yang kaya akan karbohidrat dan lemak.
Namun, ia menekankan bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk. Justru, makanan berkarbohidrat bisa menjadi cara tubuh untuk menyeimbangkan energi dan mengembalikan ketenangan batin, selama dilakukan dengan bijak.
Fight or Flight: Tubuh Butuh Energi Saat Emosi
dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami stres atau tekanan, tubuh berada dalam kondisi Fight or Flight. Fight berarti melawan atau mengendalikan emosi negatif, sedangkan Flight artinya berlari atau menghindar dari situasi yang menekan. Keduanya membutuhkan energi dalam jumlah besar, dan di sinilah peran karbohidrat sangat penting.
Saat kita memilih flight, tubuh butuh energi lebih besar. Maka tak heran kalau seseorang jadi lebih sering makan ketika stres, ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keinginan untuk makan karbohidrat berlebih bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan energi tambahan. Namun, jika kebiasaan ini terus-menerus dilakukan, itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berlari dari masalah, bukan menyelesaikannya.
"Kalau seseorang terus-menerus makan karbohidrat, itu tandanya tubuhnya sedang stres. Karbohidrat memang sumber energi terbaik, tapi kalau berlebihan, bisa jadi bentuk pelarian dari keadaan yang belum terselesaikan," jelasnya.
Hubungan Lambung dengan Emosi
Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar mengingatkan bahwa kondisi lambung sangat erat kaitannya dengan emosi seseorang. Ia menjelaskan bahwa lambung sangat berhubungan dengan keadaan emosional. Jika hati tidak tenang, pencernaan pun bisa terganggu.
Lambung itu sangat berhubungan dengan keadaan emosional. Kalau hati tidak tenang, pencernaan pun bisa terganggu, katanya.
Ia pun menekankan pentingnya menata hati dan pikiran agar tidak mudah dikendalikan oleh emosi. Menurutnya, pilihan ada di tangan setiap individu. Apakah mereka yang mengendalikan emosi, atau justru emosi yang mengendalikan diri mereka sendiri.
"Pilihannya ada di kita. Mau kita yang mengendalikan emosi, atau emosi yang mengendalikan diri kita. Karena ujung-ujungnya, kita juga yang kena dampaknya," tegasnya.
Tips Mengelola Stres dengan Bijak
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengelola stres dengan bijak:
- Konsumsi makanan bergizi: Pilih makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, seperti beras merah, oatmeal, atau kentang. Makanan ini memberikan energi yang stabil dan membantu menjaga suasana hati tetap stabil.
- Hindari makan berlebihan: Meskipun makanan berkarbohidrat bisa membantu meredakan stres, terlalu banyak bisa berdampak negatif pada kesehatan. Batasi porsi dan hindari makanan olahan.
- Jaga keseimbangan emosi: Luangkan waktu untuk merenung, meditasi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi rasa stres.
- Tidur cukup: Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Kurang tidur bisa memperparah rasa stres dan kecemasan.
- Bicarakan perasaan: Jangan menyembunyikan emosi. Diskusikan perasaan dengan orang terdekat atau profesional jika diperlukan. Ini bisa membantu melepaskan beban emosional.
Dengan memahami bagaimana tubuh merespons stres dan mengelola emosi dengan bijak, kita bisa menjaga kesehatan fisik dan mental secara lebih baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar