Drama Suara Imbang Memeriahkan Pemilihan Ketua RW 10 Mangasa, Gelas Plastik Jadi Penentu

Drama Suara Imbang Memeriahkan Pemilihan Ketua RW 10 Mangasa, Gelas Plastik Jadi Penentu

Pemilihan Ketua RW di Mangasa Berlangsung Dinamis dan Penuh Haru

Pemilihan ketua Rukun Warga (RW) di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung dengan penuh antusiasme. Acara ini digelar pada Senin (8/12/2025), dan menghadirkan suasana yang bercampur antara kegembiraan dan haru. Proses pemungutan suara dilakukan di beberapa titik, termasuk aula kantor Lurah Mangasa yang terletak di Jl Sultan Alauddin 2.

Ada tujuh dari total 13 TPS yang melakukan pencoblosan di aula tersebut. Masing-masing TPS yang melaksanakan pemilihan adalah RW 001, 002, 004, 005, 006, 008, dan 010. Sementara tiga RW lainnya menyelenggarakan pemilihan di TPS masing-masing, dan tiga RW lagi tidak menggelar pemungutan suara karena hanya memiliki satu calon.

Salah satu momen menarik terjadi di RW 10, yang diikuti oleh empat kandidat. Hasil perolehan suara menunjukkan bahwa tiga dari empat kandidat memperoleh jumlah suara yang sama. Hal ini memicu proses musyawarah antara para kandidat untuk menentukan pemenang.

Proses Pengundian dengan Cara Dilot

Untuk menentukan pemenang, para kandidat sepakat melakukan pengundian dengan cara dilot. Proses ini menggunakan gelas plastik transparan yang digunakan untuk memasukkan nama-nama kandidat. Pengundian dilakukan di dalam ruangan, dihadiri oleh masing-masing kandidat, panitia, serta Lurah Mangasa Muhammad Nurdiansyah.

Hasil undian menunjukkan bahwa nama Surya Bonewati keluar sebagai ketua RW 10. Sorak-sorai dan kegembiraan langsung menyambut hasil tersebut. Salah satu pendukung Surya Bonewati, yang sebagian besar merupakan kaum emak-emak, bahkan bersujud syukur di lantai setelah mengetahui namanya terpilih.

Surya Bonewati sendiri tampak tak kuasa menahan air mata saat dipeluk para pendukungnya. Ia mengatakan bahwa awalnya ada sedikit ketegangan karena salah satu kandidat tidak ingin dilakukan pengundian. Namun, akhirnya semua kandidat sepakat untuk melanjutkan proses tersebut.

"Hasilnya ya, nomor 1 yang naik," ujar Surya Bonewati sambil mengangkat jari telunjuknya. Ia juga menyampaikan rencananya untuk merangkul seluruh ketua RT dan warga RW 10, termasuk para kandidat yang sebelumnya menjadi pesaing.

Peran Lurah dalam Memastikan Transparansi

Lurah Mangasa, Muhammad Nurdiansyah, menjelaskan bahwa penentuan pemenang melalui pengundian sesuai dengan kesepakatan hasil rapat koordinasi. Ia mengatakan bahwa H-1 pencoblosan, dirinya telah mengundang panitia TPS untuk menyamakan persepsi jika terjadi perolehan suara yang sama.

Tujuan dari proses ini, menurut Nurdiansyah, adalah untuk menjaga situasi kondusif dan memastikan transparansi dalam proses pemilihan. Dalam Peraturan Wali Kota (Perwali), disebutkan bahwa jika terjadi suara imbang, musyawarah dilakukan dengan mempertimbangkan usia dan pendidikan.

"Semua diserahkan kepada kandidat, apa yang ingin dilakukan," ujarnya. Hasil musyawarah terhadap tiga calon RW 10 yang memperoleh suara sama, disepakati untuk dilakukan pengundian.

Daftar Perolehan Suara di Tujuh TPS

Berikut rincian perolehan suara dari tujuh TPS yang menggelar pencoblosan di Aula Lurah Mangasa:

  • RW 001
  • Muhammad Rifai: 1 suara
  • Syahriati Sutarman: 2 suara

  • RW 002

  • Hasbullah: 2 suara
  • Anwar: 5 suara

  • RW 004

  • Mappakaya: 1 suara
  • Rini Widyastuti S Limpo: 0
  • Ervan Kamaruddin: 3 suara

  • RW 005

  • Rudy Manan: 2 suara
  • Ridwan Dg Tunru: 4 suara

  • RW 006

  • Ratna: 4 suara
  • Imran Latif: 2 suara

  • RW 008

  • Muhtar N, S,PD: 0
  • Muntu, ST: 4 suara

  • RW 010

  • Surya Bonewati: 2 suara
  • Bachtiar, S,Sos: 0
  • Drs Fatahuddin, MM: 2 suara
  • Kaharuddin: 2 suara

Kesimpulan

Proses pemilihan ketua RW di Kelurahan Mangasa berlangsung dinamis dan penuh makna. Meskipun terdapat tantangan, seperti perolehan suara yang sama, proses musyawarah dan pengundian berhasil menjaga suasana tetap harmonis. Hasil yang diperoleh, baik secara teknis maupun emosional, mencerminkan semangat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan