Dua Kandidat Ketua The Fed Pilihan Trump: Kevin Hassett dan Kevin Warsh


berita, JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan dua nama yang dianggapnya paling mungkin menjadi Ketua Federal Reserve (The Fed) dalam proses pencarian pengganti Jerome Powell. Kedua kandidat tersebut adalah Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, dan Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Jumat (12/12/2025), Trump menyatakan bahwa kedua Kevin ini dinilai memiliki kemampuan yang luar biasa. Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa proses seleksi masih terbuka dan belum final. Sebelumnya, Trump sempat mengklaim telah memiliki gambaran jelas tentang sosok yang akan dipilih sebagai pemimpin bank sentral AS.

Pertemuan antara Trump dan Kevin Warsh dilakukan pada Rabu (10/12/2025). Dalam pertemuan tersebut, Warsh menyampaikan pandangan bahwa biaya pinjaman sebaiknya berada di level yang lebih rendah. Hal ini sejalan dengan pendapat Trump yang ingin suku bunga diturunkan secara agresif. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Trump akan mewawancarai kandidat lain untuk posisi strategis tersebut atau tidak.

Trump berharap Ketua The Fed berikutnya dapat berkonsultasi terkait kebijakan suku bunga. Harapan ini dinilai berpotensi mengubah tradisi independensi bank sentral AS. Ia menjelaskan bahwa meskipun suaranya harus didengar, The Fed tidak harus mengikuti rekomendasi yang diberikan.

Selama masa jabatannya, Trump secara terbuka menyampaikan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Jerome Powell. Menurutnya, The Fed belum cukup agresif menurunkan suku bunga, dan ia menilai suku bunga idealnya berada di level 1% atau bahkan lebih rendah.

Pada Rabu (10/12/2025), The Fed memangkas suku bunga acuan ke kisaran 3,5%3,75%. Ini merupakan pemangkasan ketiga secara berturut-turut. Meski demikian, tiga pejabat bank sentral menyatakan dissenting opinion, dan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) masih belum mencapai kesepakatan terkait arah kebijakan pemangkasan suku bunga selanjutnya.

Di sisi lain, CEO JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, menilai Kevin Hassett lebih berpeluang memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Namun, dia juga menyatakan sependapat dengan beberapa pandangan Kevin Warsh terkait kebijakan The Fed. Dalam acara tertutup JPMorgan bagi para CEO manajer investasi di New York, Dimon menyebut Warsh akan menjadi Ketua The Fed yang sangat baik.


Beberapa faktor yang memengaruhi pilihan Trump termasuk latar belakang ekonomi dan pengalaman kerja di bidang keuangan. Kevin Hassett dikenal sebagai ahli ekonomi yang memiliki pengalaman luas di Gedung Putih, sedangkan Kevin Warsh memiliki latar belakang sebagai mantan gubernur bank sentral. Keduanya memiliki pandangan yang berbeda namun saling melengkapi dalam konteks kebijakan moneter.

Selain itu, Trump juga menekankan pentingnya komunikasi antara presiden dan The Fed. Meskipun bank sentral sebelumnya dikenal sebagai lembaga yang independen, Trump berharap adanya dialog yang lebih terbuka. Hal ini bisa berdampak pada kebijakan suku bunga dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Dari sudut pandang ekonomi, penurunan suku bunga dapat memberikan dampak positif pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kebijakan yang terlalu agresif juga bisa membawa risiko seperti inflasi yang tinggi atau spekulasi pasar. Oleh karena itu, pilihan Ketua The Fed akan sangat menentukan arah kebijakan moneter di masa depan.

Dalam konteks global, keputusan The Fed juga berdampak pada pasar keuangan dunia. Perubahan kebijakan suku bunga AS sering kali memengaruhi aliran modal dan nilai tukar mata uang negara-negara lain. Oleh karena itu, pilihan Ketua The Fed bukan hanya penting bagi AS, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global.

Ketika The Fed mengambil keputusan, mereka harus mempertimbangkan banyak aspek, termasuk kondisi ekonomi domestik, tekanan inflasi, dan kestabilan sistem keuangan. Pemangkasan suku bunga yang terus-menerus menunjukkan bahwa bank sentral sedang mencoba menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan kontrol inflasi.

Tantangan terbesar bagi Ketua The Fed berikutnya adalah bagaimana mengelola kebijakan moneter agar tetap stabil tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi. Ini membutuhkan keahlian dan pengalaman yang matang, serta kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang kompleks.

Secara keseluruhan, pilihan Ketua The Fed akan menjadi momen penting dalam sejarah ekonomi AS. Dengan perubahan yang terjadi, kebijakan moneter akan terus beradaptasi sesuai dengan dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan